Lombok Barat

Pelabuhan Senggigi Resmi Gunakan Easybook, Penumpang Kini Bisa Pesan Tiket Secara Digital

Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat resmi meluncurkan sistem e-ticketing Easybook di Pelabuhan Senggigi pada Kamis, 11 Juni 2026. Peluncuran itu menandai langkah baru digitalisasi layanan transportasi laut di Lombok Barat.

Pemerintah berharap, sistem tersebut dapat meningkatkan kenyamanan penumpang, sekaligus memperkuat pengawasan pelabuhan.

Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat, M. Hendrayadi mengatakan, Easybook menghadirkan sistem pemesanan tiket yang lebih tertib dan transparan.

IKLAN

“Tujuan utamanya menghindari bias data dan memudahkan pengawasan penumpang yang masuk melalui Pelabuhan Senggigi,” katanya seusai acara Launching, Kamis 11 Juni 2026.

Menurut Hendrayadi, pemerintah kini dapat memantau identitas dan asal negara penumpang secara lebih akurat. “Kami bisa melihat siapa yang datang dan dari negara mana mereka berasal,” ujar pejabat yang akrab disapa Hendra tersebut.

Ia menjelaskan, mayoritas pengguna Pelabuhan Senggigi saat ini berasal dari wisatawan mancanegara. Karena itu, sistem digital menjadi penting untuk mendukung pengawasan dan pencatatan penumpang.

IKLAN

Selain meningkatkan pelayanan, Easybook juga membantu pemerintah menekan potensi kebocoran administrasi. “Masyarakat lebih mudah membeli tiket dan pemerintah lebih mudah melakukan kontrol,” katanya.

Saat ini, Pelabuhan Senggigi melayani 11 trip kapal setiap hari. Delapan kapal beroperasi melayani rute dari dan menuju Senggigi. Jumlah itu berpotensi meningkat kedepannya.

“Kami tidak menghitung jumlah kapalnya. Kami menghitung jumlah trip yang bersandar setiap hari,” jelasnya.

Pelabuhan Senggigi juga mampu menampung tiga kapal dalam waktu bersamaan. Jadwal keberangkatan terakhir berlangsung hingga pukul 16.00 Wita. Hendra juga mengungkapkan, jumlah penumpang mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun ini.

“Lonjakan penumpang mencapai hampir sepuluh kali lipat dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Potensi Peningkatan PAD

Peningkatan aktivitas pelayaran ikut berdampak pada penerimaan daerah. Hingga pertengahan tahun, realisasi PAD pelabuhan hampir menyentuh target tahunan.

“Tahun ini targetnya Rp700 juta. Sekarang sudah mencapai lebih dari Rp600 juta,” katanya.

Ia optimis penerimaan pelabuhan bisa menembus Rp1,2 miliar pada akhir tahun.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini menilai, digitalisasi pelabuhan menjadi bagian penting pengembangan Senggigi sebagai gerbang wisata laut NTB.

“Saya ingin pengembangan Pelabuhan Senggigi berjalan lebih cepat agar menjadi pintu masuk utama dari Bali,” katanya.

Bupati yang panggilan akrabnya LAZ itu menyebut, pemerintah daerah terus memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata Gili. Menurutnya, Senggigi akan berperan sebagai penghubung utama sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan ke destinasi lain.

“Dari Senggigi wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke Gili. Konsep itu sedang kami percepat,” ujarnya.

Pemkab Lombok Barat berharap digitalisasi layanan pelabuhan,  mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan pendapatan daerah. (*)

Artikel Terkait