Ekonomi BisnisLombok Barat

Jelang MotoGP Mandalika, Hotel Senggigi Mulai Habis Dipesan

Lombok Barat (NTBSatu) – Hotel di kawasan Senggigi mulai kehabisan kamar menjelang MotoGP Mandalika 2026. Namun, tingginya pemesanan belum sepenuhnya berkaitan dengan gelaran balap tersebut.

General Manager Hotel Aruna Senggigi, Yeyen Heryawan mengatakan, hotelnya sudah penuh sejak beberapa bulan sebelum MotoGP.

“Kalau MotoGP terus terang dari beberapa tahun sebelumnya, kami tiga bulan atau empat bulan sebelum pelaksanaan MotoGP di Oktober, kita sudah penuh,” kata Yeyen, Minggu, 6 September 2026.

IKLAN

Sebagai informasi, MotoGP Mandalika 2026 akan berlangsung pada 9-11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit.

Menurut Yeyen, kondisi ramai tersebut kembali terjadi tahun ini di Hotel Aruna Senggigi. Bahkan, pemesanan kamar untuk periode MotoGP sudah masuk sekitar empat bulan sebelumnya. Namun, Yeyen belum bisa memastikan mayoritas tamu tersebut datang untuk menyaksikan MotoGP atau tidak.

Kamar Penuh, Belum Tentu Karena MotoGP

Yeyen menyebut, sebagian besar pemesanan berasal dari kelompok wisatawan leisure (hiburan). Mereka datang untuk berlibur dan menikmati kawasan wisata Lombok.

IKLAN

“Jadi kebanyakan adalah grup-grup yang sudah booking lebih ke leisure, ke hiburan,” ujarnya.

Hotel juga menerima sejumlah grup melalui Destination Management Company (DMC) atau agen perjalanan luar negeri. Namun, jumlahnya tidak terlalu besar.

Yeyen mengatakan, pihak hotel masih perlu mengecek tujuan tamu yang masuk melalui agen tertentu. Sebab, pihak hotel belum bisa memastikan apakah mereka datang khusus untuk MotoGP.

“Kalau ada yang masuk, kita harus tanyakan apakah mereka ke sini datang untuk ke Mandalika atau tidak,” katanya.

Yeyen membandingkan kondisi tahun ini dengan penyelenggaraan MotoGP tahun sebelumnya. Pada 2025, Hotel Aruna menerima sekitar 10 kamar dari pihak Yamaha. Tamu tersebut memang datang berkaitan dengan gelaran MotoGP Mandalika.

“Tahun lalu itu masalah ada dari Yamaha yang ngambil kamar kita. Mereka 10 kamar itu ngikutin MotoGP,” ujarnya.

Sementara itu, tahun ini pihak hotel belum memperoleh pola serupa. Karena itu, manajemen belum bisa menyebut MotoGP sebagai penyebab utama penuhnya kamar.

Hotel Senggigi Penuh, Mataram Masih Sekitar 40 Persen

Kondisi tersebut juga terlihat berbeda dengan sejumlah hotel di Mataram. Yeyen menyebut okupansi hotel di Mataram masih berada di kisaran 40 persen.

“Kalau dari rekan-rekan yang di Mataram ini masih jauh. Masih sekitar 40-an persen,” ujarnya.

Sementara itu, Hotel Aruna Senggigi sudah penuh untuk periode sekitar 9-11 Oktober. Yeyen bahkan menunjukkan ketersediaan kamar hotel melalui platform pemesanan daring. Hampir seluruh kamar sudah terpesan untuk periode tersebut.

Hotel Aruna hanya memiliki tiga executive suite dan satu presidential suite. Namun, pihak hotel biasanya menahan kamar tersebut untuk kebutuhan pemilik hotel.

“Segini itu harganya Rp4 juta. Executive suite, full,” kata Yeyen. (*)

Artikel Terkait