Sumbawa Barat

Resahkan Warga, Kapolsek Sekongkang Dorong Rumah Aman Anak

Sumbawa Barat (NTBSatu) — Anggota Agen Gotong Royong Desa Kemuning, Nilawan Saputri, mengeluhkan maraknya kerumunan pemuda pada malam hari. Aktivitas mengkhawatirkan tersebut berpotensi memicu penyalahgunaan narkoba serta gangguan ketertiban masyarakat di Kecamatan Sekongkang.

Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum menyerap langsung aduan warga Desa Kemuning tersebut. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja KSB segera menjadwalkan penertiban lapangan bersama kepolisian.

“Kami juga akan koordinasi dengan Pak Kapolsek kapan jadwal kami turun,” ujar Kasat Pol PP KSB, Jumat, 31 Juli 2026.

IKLAN

Satpol PP KSB memfokuskan pengawasan kawasan rawan guna mencegah aksi kriminalitas remaja. Pihaknya mengimbau para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak pada malam hari.

Kapolsek Sekongkang, Ipda Herman, SH., membeberkan dinamika penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum di wilayahnya. Kasus kenakalan remaja mencakup pencurian barang milik warga negara asing hingga penyalahgunaan obat terlarang.

“Yang marak untuk saat ini terkait dengan kenakalan remaja,” kata Kapolsek Sekongkang. 

Kepolisian Sekongkang kerap menghadapi kendala proses hukum saat menangani kasus pencurian yang menyasar warga negara asing. Korban WNA sering kali langsung kembali ke negara asal sebelum proses persidangan berjalan. Kepolisian akhirnya menempuh jalur pembinaan serta uji urine berkala bersama BNN.

Ketiadaan anggaran rehabilitasi rawat inap pada BNN memaksa penanganan remaja hanya sebatas rawat jalan. Pihak kepolisian terpaksa mengembalikan proses pembinaan moral kepada orang tua serta pemerintah desa.

“Kendalanya yaitu di BNN tidak ada anggaran untuk melakukan rehab tetap,” tegasnya.

Kapolsek Sekongkang mendorong pemerintah daerah segera merealisasikan fasilitas penampungan khusus bagi anak bermasalah hukum. Kehadiran Rumah Aman Anak menjadi solusi konkrit pembinaan karakter remaja secara terpadu.

“Rumah Aman Anak rasanya kami mohon bantuannya segera direalisasi,” pungkasnya.

Penyelesaian kenakalan remaja membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan keluarga. Penanganan terstruktur dari hulu ke hilir menciptakan lingkungan aman bagi masyarakat Sumbawa Barat. (*)

Artikel Terkait