Inovasi Loket Baru Dinsos KSB Percepat Waktu Tunggu Layanan Bantuan Sosial
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menerapkan sistem pelayanan loket baru terintegrasi. Langkah taktis ini menyatukan pengelola data, operator, hingga back office dalam satu ruangan.
Kepala Dinsos KSB, Kamaluddin menyatakan pihaknya membagi loket pelayanan menjadi tiga bagian spesifik. Hal itu sesuai kebutuhan administrasi masyarakat. Penataan ini bertujuan mempercepat proses birokrasi dan menghindari antrean panjang yang melelahkan warga.
“Kami sengaja membuat tiga loket ini agar terbentuk satu tim pelayanan yang terintegrasi,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 5 Juni 2026.
Loket pertama melayani aduan warga, penerbitan surat keterangan, serta rekomendasi Kartu Keluarga Sejahtera. Sementara itu, petugas mengkhususkan loket kedua dan ketiga untuk klaster kelompok rentan.
Instansi tersebut juga menyediakan sofa empuk pada ruang tunggu khusus kelompok prioritas. Fasilitas nyaman ini menyasar warga lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan balita.
“Fasilitas sofa tunggu ini untuk mempermudah pelayanan bagi kelompok prioritas,” tambahnya.
Selain membenahi fasilitas internal, tim Data dan Informasi (Datin) juga bergerak aktif menuju lapangan. Mereka langsung turun ke wilayah Kecamatan Sekongkang guna merespons aduan masyarakat secara cepat.
Petugas melakukan verifikasi dan validasi faktual terhadap seluruh usulan bantuan sosial di sana. Proses penyaringan ketat ini memisahkan warga yang layak menerima bantuan dari yang tidak layak.
“Teman-teman dari Datin turun ke Sekongkang melakukan verifikasi dan validasi lagi untuk usulan bansos,” jelas Kamaluddin.
Penerapan sistem loket baru ini berdampak langsung pada kecepatan pencairan anggaran santunan atau uang duka. Warga yang membawa dokumen lengkap bahkan bisa menerima dana bantuan pada hari yang sama.
Proses administrasi paling lama hanya memakan waktu tiga hari jika kas daerah sedang kosong. Petugas harus mengajukan ganti uang (GU) terlebih dahulu sebelum menyerahkan bantuan kepada pemohon.
“Paling cepat langsung cair pada saat warga datang membawa kelengkapan berkas,” tegas Kamaluddin.
Capaian Data Bansos
Pihak dinas mencatat realisasi penyaluran bansos triwulan kedua bergerak stabil hingga awal Juni ini. Skema bantuan tersebut telah menjangkau ribuan penerima manfaat pada berbagai sektor kategori rentan.
Data berjalan menunjukkan program perlindungan sosial telah menyasar 1.839 lansia dan 1.610 anak yatim. Selain itu, petugas juga menyalurkan bantuan kepada 1.486 penyandang disabilitas dan 1.402 warga miskin ekstrem.
“Posisi berjalan hingga kemarin mencatat penyaluran bansos triwulan kedua sudah menyasar ribuan penerima,” ungkap Kamaluddin.
Sementara itu, angka serapan dana santunan kematian atau uang duka telah mencapai 432 sasaran. Pihak dinas menilai grafik tersebut masih berada dalam batas normal dari target annual.
Instansi menetapkan target pemohon uang duka berada pada kisaran 800 sasaran per tahun. Manajemen optimis penyaluran bantuan sosial tahun ini akan terus berjalan lancar tanpa hambatan. “Target uang duka sekitar 800 per tahun, jadi angka ini masih normal,” pungkasnya. (*)




