Ekonomi BisnisSumbawa Barat

Hilirisasi Smelter Dongkrak Industri Pengolahan Sumbawa Barat Hingga 14,55 Persen

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perubahan struktur ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat. Sektor industri pengolahan kini menunjukkan lonjakan performa yang sangat signifikan.

Sektor industri pengolahan berhasil menyumbang angka 14,55 persen terhadap PDRB daerah. Angka tersebut menempatkan sektor industri sebagai penopang ekonomi terbesar kedua.

Sementara itu, kontribusi pengerukan tambang mentah justru mengalami penurunan dari angka 82 persen. Sektor ekstraktif tersebut saat ini berada pada posisi 69,68 persen.

IKLAN

Kepala BPS Sumbawa Barat, Ni Ketut Alit Rahayu Hendrayani, mengonfirmasi pergeseran struktur PDRB/Struktur Ekonomi KSB Sektor Non-Tambang. Pengoperasian fasilitas smelter menjadi pemicu utama kenaikan angka industri pengolahan.

“Industri pengolahan menanjak jauh pada 2025 karena keberadaan smelter,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 4 Agustus 2026. 

Kehadiran pabrik pengolahan memperkuat fondasi ekonomi Sumbawa Barat untuk jangka panjang. Daerah kini mulai mengurangi ketergantungan pada penjualan mentah hasil bumi.

Pabrik pemurnian tersebut mengolah konsentrat tembaga menjadi katoda bernilai tinggi. Langkah hilirisasi ini memperkuat pasokan industri nasional dan pasar global.

“Hasil olahan smelter kini memberi nilai tambah besar bagi daerah,” tambahnya. 

Selain sektor industri, bidang pertanian juga memegang peran strategis bagi warga lokal. Sektor pertanian menyumbang angka 3,95 persen bagi PDRB Sumbawa Barat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat terus menggenjot sektor pertanian sebagai pilar ekonomi rakyat. Sektor ini menyerap banyak tenaga kerja lokal di wilayah perdesaan.

“Pertanian menjadi salah satu sektor utama yang mau kita tumbuhkan,” tegasnya.

Pertumbuhan sektor perdagangan eceran juga turut memperkuat struktur PDRB daerah. Sektor perdagangan mencatatkan kontribusi sebesar 3,37 persen pada tahun ini.

Keragaman pilar ekonomi non-tambang dapat melindungi daerah dari risiko fluktuasi harga. Diversifikasi usaha menjadi kunci utama menjaga ketahanan ekonomi Sumbawa Barat.

“Penguatan sektor industri dan pertanian menjadi kunci perluasan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait