Dinas Sosial Sumbawa Barat Buka Layanan Pengaduan Fakir Miskin dan Anak Terlantar
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengajak warga aktif melaporkan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Pihak dinas menyiapkan layanan pengaduan khusus untuk mempermudah laporan dari masyarakat.
Kepala Dinsos KSB, Ns. H. Kamaluddin, S.Kep menyampaikan hal itu pada Forum Yasinan Pemerintah KSB, Kamis, 11 Juni 2026. Kamaluddin menegaskan, penanganan warga miskin merupakan amanah konstitusi Pasal 34 UUD 1945.
“Kami sangat mengharapkan partisipasi masyarakat untuk melaporkan kondisi warga yang membutuhkan perhatian,” ujar Kamaluddin, Kamis, 11 Juni 2026.
Kamaluddin menjelaskan, keterbatasan personel menjadi alasan utama dinas membutuhkan dukungan penuh dari warga sekitar. Saat ini, instansi tersebut hanya memiliki sekitar 60 orang pegawai saja.
“Jumlah pegawai Dinas Sosial sekitar 60 orang, sehingga tidak mungkin kami memantau seluruh masyarakat,” lanjutnya.
Warga dapat mengirimkan laporan tersebut melalui nomor pengaduan resmi 082234606586. Warga wajib menyertakan identitas lengkap serta alamat jelas masyarakat yang membutuhkan bantuan. Informasi tersebut sangat penting agar petugas dapat memproses laporan dengan cepat.
“Tim yang sudah kami bentuk akan menindaklanjuti setiap laporan warga,” katanya.
Empat Program Andalan Dinsos
Saat ini, Dinsos KSB sedang jalankan empat program pelayanan utama untuk menyejahterakan masyarakat. Program tersebut meliputi rehabilitasi, perlindungan, pemberdayaan, serta pengelolaan data sosial ekonomi.
Instansi ini mencatat capaian realisasi bantuan sosial yang tinggi hingga pertengahan tahun 2026. Sebanyak 438 warga menerima santunan uang duka dari total target 800 orang.
Petugas juga sukses menyalurkan bantuan kepada 1.839 lansia dari target awal 1.844 penerima. Sementara itu, sebanyak 1.486 warga penyandang disabilitas telah menerima hak mereka.
Program bantuan kemiskinan ekstrem menyasar 1.402 warga dari target total 1.581 orang. Hebatnya, realisasi bantuan untuk 1.610 anak yatim piatu sudah mencapai angka 100 persen.
Dinas Sosial juga menggulirkan program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk mendongkrak ekonomi warga. Program ini menyasar masyarakat kurang mampu yang memiliki semangat berwirausaha.
Pihak dinas terus memperbarui Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara berkala. Langkah ini menjamin seluruh bantuan sosial jatuh ke tangan warga yang tepat.
“Masyarakat mohon segera melaporkan warga yang belum menerima bantuan,” pungkasnya. (*)




