Sosok NDR di Mata Kampus: Aktif, Cerdas, dan Mudah Bergaul
Mataram (NTBSatu) – Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Mataram (Unram), Muhammad Tahir mengungkap keseharian mahasiswi PGSD berinisial NDR, yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya. Menurutnya, NDR dikenal sebagai pribadi yang ceria, aktif, dan mudah bergaul selama menjalani perkuliahan di FKIP Unram.
“NDR ini anak yang baik, cerdas, dan dia ceria sekali. Selama ini interaksi dengan teman-temannya, dengan dosen itu luar biasa, sangat terbuka,” katanya kepada NTBSatu, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia mengaku sangat terkejut, saat menerima kabar duka tersebut pada Senin pagi melalui grup WhatsApp jurusan. Setelah mendapat informasi, ia langsung menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk mencari tahu kronologi kejadian.
“Teman-teman kelasnya sudah datang di sana. Jadi, saya cari tahu bagaimana ceritanya,” ujarnya.
Muhammad Tahir mengatakan, NDR saat ini tengah menjalani program Asistensi Mengajar di SDN 23 Ampenan bersama tiga mahasiswa lainnya. Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, NDR tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak menunjukkan perubahan perilaku mencurigakan sebelum meninggal dunia.
“Informasi dari sekolah, NDR ini aktif. Hari Jumat itu dia masih melatih siswa menari untuk kegiatan ekstra,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan teman-teman satu kelompok asistensi mengajar. Mereka mengaku tidak melihat tanda-tanda tertentu dari NDR.
“Teman-temannya juga cerita hal yang sama, tidak ada tanda-tanda apa pun. Makanya kami sangat terkejut,” bebernya.
Kenang Pertemuan Terakhir
Di bidang akademik, ia menyebut, NDR memiliki prestasi yang baik. Tahir menyebut, IPK mahasiswi tersebut tergolong bagus selama menempuh pendidikan di FKIP Unram. “Dari IPK tentu yang kita lihat, IPK-nya bagus,” ucapnya.
Ia juga mengenang pertemuan terakhirnya dengan NDR di ruang dosen saat membahas tugas kelompok mata kuliah. “Terakhir saya ketemu itu di ruangan saya. Kami diskusi tentang tugas kelompok waktu itu dan anaknya luar biasa ceria,” kenangnya.
Menurut Tahir, kepergian NDR meninggalkan duka mendalam. Tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga civitas akademika FKIP Unram.
Pasca kejadian tersebut, pihak jurusan mengingatkan mahasiswa, khususnya yang tinggal di kos, agar lebih terbuka dan aktif berkomunikasi dengan dosen maupun pihak kampus jika menghadapi persoalan.
“Ada apa-apa sampaikan ke kami. Karena kalian ini rata-rata kos. Apa pun yang terjadi tentu kami sebagai orang tua kalian dalam konteks ini bertanggung jawab,” tutupnya. (*)




