Tumbuh 17 Persen, Realisasi PAD Kota Bima Tembus Rp47,6 Miliar
Kota Bima (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima mencatat capaian positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Pada semester pertama tahun 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bima menembus angka Rp47,636 miliar atau sebesar 44,66 persen dari total target tahunan sejumlah Rp106,654 miliar.
Angka ini tak hanya melampaui target semesteran sebesar 40 persen, tetapi juga melonjak 17,06 persen daripada periode yang sama pada tahun lalu.
Juru Bicara Pemerintah Kota Bima, Muhammad Hasyim menegaskan, hasil ini mencerminkan tren pengelolaan pendapatan daerah yang kian membaik.
“Realisasi semester pertama menunjukkan tren yang menggembirakan. Jika kita bandingkan dengan semester pertama 2025, penerimaan PAD meningkat sekitar Rp6,942 miliar atau 17,06 persen.” ujar Hasyim, Rabu, 22 Juli 2026.
Kendati demikian, pihak pemkot enggan berpuas diri mengingat tantangan pada paruh kedua tahun ini masih terbilang besar.
“Ini menjadi modal penting, tetapi belum cukup. Masih perlu kerja yang lebih intensif agar target PAD tahun 2026 dapat tercapai,” imbuh Hasyim.
Untuk menuntaskan target tahunan, Pemkot Bima masih harus mengejar sisa penerimaan sebesar Rp59,018 miliar atau sekitar 60 persen lagi hingga akhir tahun.
Pajak dan Retribusi Daerah Jadi Pendongkrak
Secara rincian, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah masih menjadi tulang punggung utama. Sektor Pajak Daerah menyumbang Rp19,369 miliar (48,50 persen dari target Rp39,934 miliar), tumbuh 24,71 persen secara tahunan.
Sementara itu, Retribusi Daerah menjadi kontributor terbesar dengan capaian Rp25,823 miliar (45,40 persen dari target Rp56,877 miliar). Artinya, melonjak hingga 38,34 persen daripada tahun lalu.
Jika digabungkan, kedua sektor ini menyumbang 94,87 persen dari total realisasi PAD per 30 Juni 2026.
Adapun hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan baru membukukan Rp4,47 juta. Sedangkan kelompok Lain-lain PAD yang Sah terealisasi Rp2,438 miliar (31,09 persen).
Melihat sisa target yang ada, Hasyim meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu pendapatan untuk terus bergerak cepat dan berinovasi.
“Pemerintah Kota Bima meminta seluruh OPD pengampu pendapatan terus memperkuat koordinasi, meningkatkan inovasi pelayanan, serta mengoptimalkan seluruh potensi objek dan subjek pendapatan daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, peningkatan PAD sangat vital untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah dan membiayai berbagai program pembangunan publik secara berkelanjutan. (*)




