Kabupaten BimaPemerintahan

Kekeringan Melanda, Puluhan Desa di Bima Kesulitan Air Bersih

Bima (NTBSatu) – Kemarau panjang menyasar sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dampaknya pun sangat terasa oleh masyarakat sekitar. Salah satunya adalah ketersediaan air bersih yang semakin sulit dijangkau oleh warga di sejumlah desa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Abdul Muis menyampaikan, imbas kekeringan ini, sebanyak 52 desa dari 16 kecamatan mengalami kesulitan air bersih.

“Sekarang dampaknya sangat terasa. Warga banyak yang sulit mendapatkan air bersih,” ujar Abdul Muis, Kamis 24 September 2026.

IKLAN

Atas fenomena tersebut, BPBD Kabupaten Bima terus siaga untuk menyalurkan air bersih untuk masyarakat.

Abdul Muis menuturkan, hingga September 2026 mencatat kebutuhan masyarakat yang terdampak mencapai 10.593 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk sebanyak 34.858 jiwa.

“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut kami menyiapkan target distribusi sebanyak 64 rit dengan total 320.000 liter air bersih,” ungkapnya.

IKLAN

Dia menambahkan, pendistribusian air bersih merupakan bagian dari langkah penanganan terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kekeringan.

Menurutnya, distribusi ini berdasarkan hasil pemetaan dan laporan kondisi di masing-masing wilayah. Sehingga, pihaknya mengarahkan bantuan air ini kepada desa-desa yang membutuhkan.

“Distribusi air bersih ini merupakan bentuk penanganan pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami menyalurkan bantuan berdasarkan data dan kebutuhan di lapangan,” ucapnya menegaskan.

Ia menjelaskan, distribusi tidak hanya sekali, tetapi menyesuaikan dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Desa yang mengalami keterbatasan sumber air menjadi salah satu prioritas dalam penyaluran.

Desa Penerima Air Bersih

Dari rekapitulasi tersebut, sejumlah desa tercatat telah menerima distribusi air bersih. Di antaranya Desa Waduwani dan Talabiu di Kecamatan Woha, serta beberapa desa di Kecamatan Palibelo, Soromandi, Bolo, Madapangga, Tambora dan Sanggar.

Di Kecamatan Woha, misalnya, Desa Waduwani tercatat memiliki target distribusi 9 rit atau 45.000 liter, sedangkan Desa Talabiu mendapat target 7 rit atau 35.000 liter.

Sementara di Kecamatan Palibelo, distribusi tercatat menyasar beberapa desa, antara lain Belo, Dore, Teke, Nata, serta Tonggondoa. Desa Nata menjadi salah satu wilayah dengan target distribusi cukup besar, yakni 7 rit atau 35.000 liter.

Di Kecamatan Soromandi, Desa Bajo tercatat mendapatkan target 10 rit atau 50.000 liter air bersih. Adapun di Kecamatan Bolo, distribusi diarahkan ke Desa Sanolo dan Rasabou dengan masing-masing target 9 rit atau 45.000 liter dan 4 rit atau 20.000 liter.

“Distribusi juga menyentuh wilayah Kecamatan Tambora dan Sanggar. Desa Kawinda Nae dan Oi Katupa di Kecamatan Tambora serta Desa Piong di Kecamatan Sanggar masuk dalam daftar wilayah yang mendapatkan distribusi air bersih,” tegasnya.

Nurul Huda menegaskan, BPBD Kabupaten Bima terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di setiap wilayah. Pemantauan tersebut penting untuk memastikan bantuan air bersih dapat diberikan secara tepat sasaran.

“Prinsipnya, kami tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat. Jika kebutuhan air bersih meningkat, tentu akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” jelasnya.

Berdasarkan rekapitulasi distribusi, penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap sejak periode Mei hingga September 2026. Pada bagian rekap mingguan, jumlah distribusi yang tercatat mencapai 84 kali penyaluran dengan distribusi terus berlangsung hingga September. (MSR)

Artikel Terkait