Akreditasi Sejumlah Madrasah di Kota Bima Merosot
Kota Bima (NTBSatu) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima menyoroti penurunan nilai akreditasi pada sejumlah madrasah.
Pihak Kemenag menegaskan, capaian akreditasi saat ini bergantung penuh pada kesiapan internal satuan pendidikan, pergeseran sistem penilaian yang menuntut performa nyata guru di kelas, serta keaktifan madrasah memperbarui statusnya secara mandiri.
Berdasarkan data resmi Seksi Penmad Kemenag Kota Bima, terdapat enam madrasah yang menjadi sasaran visitasi akreditasi pada tahun 2026. Sasaran tersebut mencakup dua Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan empat Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Enam madrasah tersebut di antaranya MIS Yasim Ndanonae Kota Bima, MIS Dodu Kota Bima, MTsS Al Khithab Al Islamy, MTsS Hamzanwadi NW Kota Bima, MTsS Al-Ikhlas Kota Bima, MTsS Al-Husainy Kota Bima.
Dua Kategori Kebutuhan Madrasah
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Kota Bima, Furqan menerangkan, pengajuan akreditasi madrasah terbagi ke dalam dua kategori kebutuhan.
“Ada dua kategori madrasah yang masuk sasaran, yaitu pertama, madrasah yang masa berlaku akreditasinya sudah habis. Kemudian, madrasah yang berinisiatif menaikkan tingkatan nilai, baik dari C ke B maupun dari B ke A,” terang Furqan pada NTBSatu, Kamis, 3 September 2026.
Furqan menambahkan, tata cara pengajuan akreditasi saat ini menuntut proaktif madrasah melalui platform digital nasional.
“Sekarang madrasah jauh lebih mandiri dalam melakukan pengajuan. Pendaftaran langsung melalui aplikasi Sispena BAN-PDM (Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah),” imbuh Furqan.
Furqan menegaskan, Kemenag Kota Bima mendorong maksimalisasi pengelola seluruh madrasah sasaran. Agar para pihak bergerak cepat mengunggah instrumen pembuktian kinerja. Sehingga dapat membenahi sarpras pendukung agar hasil visitasi menghasilkan predikat terbaik.
Butuh Kinerja Nyata Para Guru
Ia mengingatkan, kelengkapan berkas administrasi semata kini tidak lagi menjamin perolehan nilai unggul. Hal tersebut membutuhkan pembuktian kinerja nyata para guru saat proses pembelajaran berlangsung.
Oleh sebab itu, pihaknya terus mendampingi madrasah sasaran agar mampu mengoptimalkan fasilitas belajar serta memperkuat kompetensi pedagogik seluruh tenaga pendidik.
Melalui langkah tersebut, sinergi internal madrasah diharapkan mampu mendongkrak kembali peringkat nilai yang sempat merosot. Sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan madrasah di Kota Bima. (*)




