Unram Gandeng Konsulat Australia Perluas Wawasan Global Mahasiswa
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) memperkuat jejaring internasional melalui kuliah umum bersama Konsulat Jenderal Australia di Bali, Kamis, 11 Juni 2026.
Kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa tentang Australia dan hubungan bilateral kedua negara.
Kantor Urusan Internasional (KUI) Unram menggelar kuliah umum bertema Australia in Brief & Relation di Ruang Sidang Senat, Rektorat Unram. Mahasiswa mengikuti diskusi interaktif bersama perwakilan Pemerintah Australia.
Kuliah umum menghadirkan Konsul Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens, sebagai pembicara utama. Ia membahas kondisi Australia, hubungan Indonesia-Australia, serta peluang kerja sama pendidikan dan kebudayaan.
Wakil Rektor II Unram, Prof. Akmaluddin, ST., M.Sc. (Eng.), Ph.D., membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan Konsul Jenderal Australia ke Universitas Mataram.
Prof. Akmaluddin menilai hubungan Unram dan Australia terus berkembang melalui berbagai program kolaborasi. Kemitraan itu menciptakan ruang belajar sekaligus memperluas pengalaman internasional mahasiswa.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan Festival Film Australia-Indonesia di Unram. Kampus juga menghadirkan ABC Corner sebagai ruang pembelajaran dan pertukaran budaya bagi mahasiswa maupun dosen.
“Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang dan melahirkan berbagai program inovatif yang memberikan manfaat lebih besar bagi kedua institusi maupun masyarakat secara luas,” ujarnya.
Kenalkan Australia dari Berbagai Aspek
Dalam pemaparannya, Jo Stevens memperkenalkan Australia dari berbagai aspek. Ia menjelaskan kondisi geografis, demografi, budaya, hingga perkembangan inovasi yang lahir dari negara tersebut.
Menurut Jo Stevens, Australia merupakan negara multikultural dengan penduduk lebih dari 28 juta jiwa. Masyarakatnya berasal dari beragam latar belakang budaya dan bahasa.
Ia juga memperkenalkan sejumlah inovasi yang berkembang di Australia. Beberapa di antaranya meliputi black box flight recorder, pacemaker, Google Maps, vaksin kanker serviks Gardasil, dan teknologi kulit semprot.
Jo Stevens menilai berbagai inovasi tersebut menunjukkan kontribusi Australia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Inovasi itu juga memberi manfaat bagi masyarakat di berbagai negara.
Selain memperkenalkan Australia, Jo Stevens menjelaskan hubungan erat Indonesia dan Australia. Kedua negara terus memperkuat kerja sama pada sektor pendidikan, ekonomi, pembangunan, hingga pertukaran budaya.
Ia menekankan hubungan antarmasyarakat menjadi fondasi utama kemitraan kedua negara. Interaksi masyarakat turut memperkuat kerja sama pemerintah di berbagai bidang.
Konsul Diplomasi Publik Konsulat Jenderal Australia di Bali, Lachlan Norton, turut memaparkan peluang pendidikan melalui program Australia Awards Scholarships. Program tersebut membuka kesempatan studi bagi masyarakat Indonesia.
Lachlan menjelaskan Australia Awards menjadi salah satu program beasiswa internasional terlama di Indonesia. Program itu bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempererat hubungan kedua negara.
Australia Awards menyediakan berbagai pilihan pendidikan, mulai program singkat, magister, hingga doktoral. Program tersebut juga membuka kesempatan tanpa batasan usia maupun jumlah pendaftaran.
Program beasiswa itu mendorong partisipasi kelompok pemerataan, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat dari daerah prioritas. Kesempatan tersebut memperluas akses pendidikan internasional bagi masyarakat Indonesia.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa Unram memperoleh wawasan mengenai Australia sekaligus mengenal berbagai peluang pendidikan internasional. Informasi tersebut mendukung pengembangan kapasitas akademik, profesional, dan kepemimpinan mahasiswa.
Kegiatan ini juga memperkuat komitmen Unram memperluas jejaring internasional bersama berbagai mitra luar negeri. Langkah tersebut mendukung internasionalisasi perguruan tinggi dan meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. (*)




