Percepat Digitalisasi Pengelolaan Zakat Lewat Aplikasi “Baznas NTB in Hand”
Mataram (NTBSatu) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB mempercepat digitalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui aplikasi “Baznas NTB in Hand”.
Ketua Baznas NTB, Dr. L. Muhammad Iqbal, MA., menyampaikan gagasan ini saat menerima kunjungan kerja jajaran Baznas Kabupaten Lombok Tengah di Kantor Baznas NTB, Senin, 13 Juli 2026.
Muhammad Iqbal mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurutnya, silaturahmi antarlembaga menjadi kesempatan penting untuk memperkuat sinergi sekaligus menyamakan arah pengembangan pengelolaan zakat di NTB.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pimpinan menerapkan prinsip kerja kolektif. Menurutnya, penguatan kelembagaan menjadi fondasi agar setiap program Baznas berjalan lebih kompak, terukur, dan memberi manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Selain memperkuat organisasi, Baznas NTB kini mengubah pola penyaluran zakat. Lembaga tersebut tidak hanya menyalurkan bantuan yang bersifat karitatif, tetapi juga mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi. Agar para penerima manfaat memiliki peluang meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Perubahan itu berjalan seiring pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi “Baznas NTB in Hand”. Inovasi tersebut hadir untuk mempermudah pengelolaan ZIS sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Perkuat Pendampingan dan Layanan Umat
Muhammad Iqbal menjelaskan, keberhasilan program pemberdayaan sangat bergantung pada kualitas para pendamping lapangan.
Karena itu, Baznas NTB terus meningkatkan kapasitas mereka melalui pelatihan dan penguatan literasi agar proses pendampingan berlangsung lebih efektif.
“Setiap kisah sukses dari program pemberdayaan ini nantinya akan dikemas melalui storytelling yang menarik. Dampak nyata (real impact) yang dihasilkan di masyarakat inilah yang akan menjadi instrumen syiar dan dakwah kita. Sekaligus menjadi daya tarik untuk meningkatkan pengumpulan zakat ke depannya,” jelasnya.
Baznas NTB juga memperkuat layanan Quick Response untuk membantu masyarakat yang menghadapi kondisi darurat. Layanan tersebut menjadi wujud komitmen para pimpinan dan amil agar selalu hadir memberikan bantuan secara cepat saat umat membutuhkan.
Selain itu, Baznas NTB terus mempererat hubungan antara muzaki dan mustahik melalui pendekatan crowdfunding. Program seperti “Jumat Berkah” dan “Sapa Muzaki” menjadi sarana memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi dalam gerakan zakat.
Menutup sambutannya, Muhammad Iqbal menegaskan bahwa Baznas NTB saat ini juga menjalankan restrukturisasi amil pelaksana. Langkah tersebut bertujuan memperkuat tata kelola organisasi agar semakin amanah, profesional, dan akuntabel dalam mengemban amanah umat. (*)




