Bidik Medali Porprov NTB 2026, Tim Voli KSB Intensifkan Persiapan Fisik
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Pengurus Cabang Olahraga Bola Voli Kabupaten Sumbawa Barat membawa misi besar menuju Porprov NTB 2026. Mereka mempersiapkan fisik dan mental para atlet secara matang sejak jauh hari.
Saat ini, seluruh pemain mengantongi kesiapan mental yang sangat tinggi untuk bertanding. Skuad voli KSB juga sedang merampungkan fase akhir dari program latihan fisik.
Ketua Pengurus Voli KSB, Apriadi, S.E., M.M., membenarkan bahwa para atlet telah menuntaskan dua tahapan tes kebugaran. Pihaknya kini menunggu jadwal resmi dari pihak KONI untuk melaksanakan tahapan tes fisik yang terakhir.
“Para atlet sudah menuntaskan dua tahap tes fisik. Kami tinggal melaksanakan satu tahap akhir sebelum berangkat,” kata Apriadi, Jumat, 26 Juni 2026.
Apriadi menilai, program pemusatan latihan kebugaran dari KONI ini membawa dampak yang sangat positif. Latihan intensif tersebut berhasil mendongkrak ketahanan fisik para atlet secara signifikan saat berada di lapangan.
Tim pelatih juga mengagendakan laga uji coba melawan PBVSI Kabupaten Sumbawa dalam waktu dekat ini. Langkah strategis tersebut menjadi kelanjutan dari program sparring partner yang berjalan sukses tiga minggu lalu.
Manajemen tim melakukan langkah regenerasi pemain karena adanya aturan baru mengenai pembatasan usia peserta. Keputusan tersebut melahirkan wajah-wajah baru yang akan memperkuat komposisi skuad KSB pada Porprov 2026.
“Beberapa alumni Porprov 2023 masih memperkuat tim. Mereka masih memenuhi syarat usia untuk kompetisi tahun ini,” jelas Apriadi.
KSB juga menambah partisipasi mereka pada beberapa nomor perlombaan baru yang belum pernah mereka ikuti sebelumnya. Kini mereka mengirim tim penuh untuk kategori voli indoor serta voli pasir putra dan putri.
Tantangan Jelang Porprov
Manajemen sempat menghadapi tantangan berupa keterlambatan pencairan anggaran transportasi akibat urusan birokrasi antara Disparpora dan KONI. Namun, pengurus cabor mampu menyelesaikan masalah keuangan tersebut secara mandiri demi kelancaran latihan.
“Kami menalangi sendiri kendala anggaran ini. Kami harus mencari solusi bersama agar latihan atlet tidak terganggu,” tegas Apriadi.
Tantangan lain muncul karena beberapa atlet yang berstatus mahasiswa harus menetap di luar daerah seperti Kota Mataram. Tim pelatih menyiasati kendala jarak tersebut dengan menyusun jadwal latihan khusus yang sangat intensif.
Pengurus voli KSB memasang target medali untuk tim voli indoor putra pada ajang olahraga bergengsi ini. Sebaliknya, tim voli indoor putri mengemban misi khusus untuk mencari pengalaman bertanding dan menambah jam terbang.
“Kami membidik raihan medali dari sektor putra. Kami juga mengincar medali emas pada nomor voli pasir 4×4,” pungkasnya. (*)




