Tanpa Sekat, Gubernur Iqbal Dengarkan Keluhan Warga Desa Mekarsari
Lombok Barat (NTBSatu) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengunjungi Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Kamis, 25 Juni 2026.
Desa Mekarsari merupakan salah satu desa menjadi sasaran Program Desa Berdaya Pemprov NTB. Desa di pelosok Kabupaten Lombok Barat itu masuk kategori miskin ekstrem.
Kehadiran orang nomor satu di NTB itu, untuk memastikan Program Desa Berdaya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat miskin ekstrem.
Pada kesempatan itu, Gubernur Iqbal dapat mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi masyarakat setempat. Beralaskan terpal, ia berbaur tanpa sekat. Menyerap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Beberapa menjadi sorotan adalah mulai persoalan ekonomi hingga kebutuhan infrastruktur jalan. Di mana selama ini memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari.
Iqbal mengatakan, kunjungan lapangan membantunya melihat kondisi masyarakat secara langsung. Sehingga pemerintah dapat menyesuaikan program dengan kebutuhan yang ada di lapangan.
“Dari hasil kunjungan seperti ini kita tahu kondisi yang sebenarnya. Sehingga kita tahu tambahan-tambahan program yang harus kita lakukan,” ujarnya.
Menurutnya, upaya mengurangi kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan ekonomi. Pemerintah juga perlu memperhatikan persoalan lain yang memengaruhi produktivitas masyarakat, termasuk kondisi infrastruktur jalan.
Ia menilai, akses jalan yang lebih baik akan memudahkan warga menjalankan aktivitas ekonomi sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
“Jalan di Mekarsari, terutama menuju Dusun Malaka, memang menjadi salah satu kendala utama. Karena itu, salah satu intervensi yang perlu kita selesaikan adalah akses jalannya,” ungkapnya.
Mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini menegaskan, pemberdayaan ekonomi tidak akan optimal apabila infrastruktur dasar sebagai urat nadi aktivitas masyarakat belum memadai. Bantuan modal usaha harus didukung akses transportasi yang layak agar hasil produksi warga dapat dipasarkan dengan mudah dan memberikan nilai ekonomi yang maksimal.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen mencari solusi melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah pusat dan berbagai sumber pendanaan yang memungkinkan.
“Yang jelas ini akan kita keroyok bersama-sama sampai selesai. Kita carikan sumber pendanaan yang memungkinkan agar persoalan jalan ini bisa segera kita tangani,” tegasnya.
Sasar 134 Kepala Keluarga
Pemerintah Provinsi NTB menetapkan Desa Mekarsari sebagai salah satu sasaran Program Desa Berdaya Transformatif. Program tersebut menyasar 134 kepala keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem.
Melalui program itu, pemerintah menyiapkan bantuan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp7 juta bagi setiap kepala keluarga. Selain itu, sejumlah warga juga akan menerima bantuan rumah layak huni melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini menegaskan, pemerintah akan terus menyesuaikan berbagai program dengan kebutuhan masyarakat yang ditemukan di lapangan. Karena itu, kunjungan langsung ke desa-desa menjadi bagian penting dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
Tidak ada panggung yang memisahkan gubernur dan warga dalam pertemuan tersebut. Dengan hamparan terpal di depan masjid desa, masyarakat menyampaikan keluh kesah dan harapan mereka secara langsung. Di tengah jalan yang masih berbatu dan menanjak, pertemuan sederhana itu menghadirkan ruang dialog antara pemerintah dan warga yang sehari-hari berjuang menjalani kehidupan di pelosok Lombok Barat. (*)




