Pedagang Taman Rinjani Resah, Ketidakpastian Relokasi Bayangi Sumber Penghasilan
Lombok Timur (NTBSatu) – Ketidakpastian rencana relokasi membuat para pedagang di kawasan Taman Rinjani, Selong, resah. Mereka khawatir karena pemerintah belum memberikan kepastian terkait lokasi dan skema relokasi sehingga mengancam sumber penghasilan mereka.
Kabar rencana relokasi sementara ke area kantor camat selong semakin menambah keresahan pedagang. Para pedagang khawatir kehilangan pembeli karena lokasi relokasi itu tidak seramai taman rinjani yang selama ini menarik banyak pengunjung.
Pemerintah daerah berencana merelokasi para pedagang seiring rencana pembangunan kembali Gedung Serbaguna di kawasan tersebut. Kondisi ini membuat area taman masuk dalam skema penataan ulang, sehingga aktivitas pedagang akan terdampak.
Salah seorang pedagang, Maryam mengaku, lebih memilih tetap berjualan di kawasan taman. Menurutnya, taman memiliki daya tarik tersendiri karena menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari olahraga hingga rekreasi keluarga.
“Kalau bisa enggak usah di kantor camat, tetap di sini saja. Di taman ini tempat kami cari rezeki. Orang jogging, jalan-jalan, semuanya ada di sana,” ujarnya, kemarin.
Meski demikian, Maryam mengaku tidak sepenuhnya menolak relokasi. Ia meminta pemerintah menyiapkan lokasi relokasi yang layak dan mendukung aktivitas perdagangan jika relokasi harus dilakukan.
“Kalau memang harus di kantor camat, buatkan tempat yang nyaman seperti ini. Jangan seperti di pasar yang berdesak-desakan,” katanya.
Pedagang lain juga mengkhawatirkan dampak relokasi ke lokasi yang kurang ramai. Mereka menilai kondisi itu dapat menurunkan pendapatan, sementara mereka tetap harus memenuhi kebutuhan keluarga.
“Sedangkan kita punya hutang, anak-anak sekolah butuh biaya, butuh makan juga. Kalau jualan dihentikan, kami mau hidup dari mana?” keluhnya.
Para pedagang menegaskan, yang mereka butuhkan saat ini bukan sekadar wacana relokasi, melainkan kepastian. Mereka berharap pemerintah segera memberikan informasi resmi agar ketidakjelasan tidak terus menimbulkan keresahan.
“Kami cuma butuh kepastian. Kalau memang mau dipindah, tolong siapkan tempat yang layak supaya kami tetap bisa mencari nafkah,” ujarnya.
Lokasi Relokasi Lebih Layak
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memastikan penataan kawasan Taman Rinjani dan pembangunan kembali Gedung Serbaguna tidak akan menghilangkan ruang usaha bagi para pedagang yang selama ini berjualan di sekitar lokasi tersebut. Pemerintah bahkan mengklaim telah menyiapkan lokasi relokasi yang tidak jauh dari kawasan taman.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, mengatakan pembangunan Gedung Serbaguna ditargetkan mulai melalui tahap groundbreaking pada Oktober 2026. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menata kawasan pusat kota agar lebih rapi dan representatif.
Menurut Juaini, pemerintah menyadari pembangunan tersebut akan berdampak pada pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang selama ini beraktivitas di sekitar taman. Karena itu, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi sebelum memulai pembangunan.
“Tidak boleh perubahan yang dilakukan pemerintah justru menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat yang sudah berusaha di sana. Karena itu, kami sudah menyiapkan lokasi yang representatif,” ujarnya, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia menyebut, salah satu opsi lokasi relokasi berada di kawasan Kantor Camat Selong. Namun, pemerintah masih menyiapkan konsep penataan secara menyeluruh dan belum melakukan sosialisasi secara masif kepada para pedagang.
Juaini juga menegaskan pemerintah tidak hanya memindahkan pedagang, tetapi berencana membangun pusat kuliner yang lebih tertata.
Pemkab Lombok Timur mengalokasikan anggaran APBD 2026 untuk membangun pusat kuliner yang akan menampung para pedagang terdampak.
“Kalau selama ini mereka khawatir tidak mendapat tempat yang layak, justru nanti tempatnya akan lebih layak dan lebih rapi dari kondisi sekarang,” pungkasnya. (*)




