Penanganan Lamban, Korban Penipuan Minta Polda NTB Beri Kepastian Hukum
Mataram (NTBSatu) – Penanganan kasus dugaan penipuan terhadap investor asal Perancis, David Alexandre Guy di Polda NTB dipertanyakan.
Pasalnya, penyidik Dit Reskrimum Polda NTB hingga hari ini belum memberi kepastian hukum pada kasus dengan terlapor IA tersebut. Padahal, sejumlah saksi ahli pidana dan perdata telah dipanggil dan diperiksa.
“Penyidik pertama memeriksa saksi ahli pidana dan perdata yang diperiksa penyidik itu dari Unram (Universitas Mataram),” kata Kuasa Hukum David Alexandre Guy, Lalu Anton Hariawan, Rabu, 3 Januari 2023.
Hasil pemeriksaan saksi ahli dari Unram itu menyebut bahwa laporan tersebut sudah memenuhi unsur tindak pidana. “Itu berdasarkan keterangan penyidik ke kami,” ucap Anton.
Tidak puas dengan hasil tersebut, penyidik Polda NTB kembali memeriksa saksi ahli pidana dan perdata dari Bali. Hasilnya sama, laporan itu dinyatakan telah memenuhi unsur pidana.
Berita Terkini:
- Cuaca Buruk Bikin Nelayan Tak Melaut, Pemkab Lobar Dorong Menabung dan Manfaatkan Pekarangan
- Rp76,4 Miliar untuk Gaji ke-13 dan THR 2025 Guru Pemprov NTB
- Jamkrida NTB Syariah Luncurkan e-Buletin Perdana Edisi Ramadan 1447 H
- Mutasi Pejabat Eselon II Molor, Pemkot Mataram Tunggu Pertek BKN
Anton mengatakan, dirinya sempat bertanya kepada penyidik terkait hasil pemeriksaan para ahli. Apakah pernyataan ahli sama dengan pernyataan pelapor.
“Karena pelapor (Anton) beranggapan, tidak boleh seseorang mengambil barang apalagi digunakan oleh terlapor. Menurut pelapor itu penggelapan,” bebernya.
Menjawab itu, kepolisian menjelaskan, berdasarkan keterangan ahli, hanya ada dua yang boleh mengambil barang tersebut. Pertama, pengadilan berdasarkan berdasarkan surat perintah yang memiliki kekuatan hukum tetap. Kedua adalah keterangan para pihak.



