Rehabilitasi Lahan PT AMNT di Lunyuk, Pastikan Tanaman Tumbuh Baik
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Program rehabilitasi lahan pengganti oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kecamatan Lunyuk menunjukkan perkembangan positif.
Hasil monitoring lapangan oleh jajaran Polsek Lunyuk bersama sejumlah instansi terkait menemukan, tanaman dari program tersebut tumbuh dengan baik dan mendapat dukungan masyarakat setempat.
Kegiatan monitoring berlangsung di Dusun Jelapang, Desa Lunyuk Rea, Kecamatan Lunyuk. Monitoring ini untuk memastikan pelaksanaan rehabilitasi lahan berjalan sesuai rencana. Sekaligus, memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Andhini melalui Kapolsek Lunyuk IPTU Lalu Eka Prahardian mengatakan, pengawasan ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemulihan lingkungan dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.
“Monitoring ini untuk memastikan program rehabilitasi lahan berjalan sesuai tujuan. Serta, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujar IPTU Lalu Eka Prahardian, Kamis 11 Juni 2026.
Tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan yang telah direhabilitasi. Kemudian, tingkat pertumbuhan tanaman, proses pemeliharaan, hingga berbagai kendala selama pelaksanaan program.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan tanaman, kondisi lahan, serta mengevaluasi proses pemeliharaan,” katanya.
Selain melakukan pengecekan fisik, tim monitoring juga berdialog dengan masyarakat dan kelompok tani yang terlibat dalam program rehabilitasi. Dialog tersebut bertujuan menyerap masukan terkait manfaat program dan harapan masyarakat terhadap keberlanjutan kegiatan tersebut.
“Masukan dari masyarakat dan kelompok tani sangat penting untuk mengetahui sejauh mana program ini memberikan dampak positif bagi warga sekitar,” jelasnya.
Tingkat Pertumbuhan Tanaman Baik
Dari hasil pemantauan, tanaman menunjukkan tingkat pertumbuhan yang cukup baik. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa program rehabilitasi berjalan sesuai dengan target.
“Berdasarkan hasil monitoring, tanaman yang kita tanam menunjukkan pertumbuhan yang baik dan proses rehabilitasi berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberhasilan rehabilitasi lahan tidak hanya bergantung pada perusahaan pelaksana. Namun juga membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga kelompok tani yang terlibat langsung di lapangan.
“Keberhasilan program ini memerlukan sinergi dan komitmen bersama antara PT AMNT, pemerintah desa, kelompok tani, dan seluruh pihak terkait,” tegasnya.
Menurut IPTU Lalu Eka, kolaborasi yang kuat juga penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama program rehabilitasi berlangsung.
“Kami berharap koordinasi dan kerja sama yang baik terus terjaga sehingga program berjalan lancar dan situasi kamtibmas tetap aman serta kondusif,” tutupnya.
Program rehabilitasi lahan pengganti PT AMNT sendiri merupakan bagian dari upaya pemulihan kawasan. Tujuannya, meningkatkan fungsi ekologis lahan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.
Hasil monitoring menunjukkan, rehabilitasi lahan di wilayah Lunyuk tidak hanya berjalan sesuai rencana. Nmaun, mendapat dukungan dari masyarakat. Kondisi ini menjadi modal penting untuk memastikan keberlanjutan program konservasi lingkungan di kawasan tersebut. (*)




