Kemenag Lombok Tengah Siapkan Beasiswa bagi Korban Ponpes Rosyidatussholatiyah untuk Pindah Sekolah
Lombok Tengah (NTBSatu) – Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah memastikan akan memfasilitasi pendidikan korban insiden di Pondok Pesantren Rosyidatussholatiyah Al-Ibrahimy NW, Kecamatan Batukliang, apabila korban memutuskan melanjutkan pendidikan di lembaga lain.
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Lombok Tengah, Muhamad Salim, menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu proses perpindahan sekolah sekaligus memberikan beasiswa kepada korban.
Pernyataan itu ia sampaikan untuk merespons informasi bahwa salah satu korban masih belum dapat kembali bersekolah karena masih menjalani proses pemulihan akibat luka bakar yang ia alami.
“Kalau korban ingin pindah sekolah, akan kami fasilitasi. Mau masuk ke madrasah mana saja, madrasah negeri yang populer, silakan. Nanti akan diberikan beasiswa,” kata Salim, Senin, 8 Juni 2026.
Mendukung Hak Pendidikan Korban
Menurutnya, Kemenag berkomitmen memastikan hak pendidikan korban tetap terpenuhi di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung. Karena itu, pihaknya akan mengambil peran apabila korban dan keluarga memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah atau madrasah lain.
Selain dukungan pendidikan, Kemenag juga telah melakukan pendampingan kepada korban pascainsiden yang terjadi di lingkungan pondok pesantren tersebut. Salim menyebut, Kemenag Lombok Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB telah turun langsung mengunjungi korban.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat kondisi korban sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang masih mendampingi proses perawatan.
“Untuk sementara kami bersama Pak Kakanwil kemarin sudah turun ke sana,” ujarnya.
Saat ini, Salah satu korban masih menjalani pemulihan intensif. Salah seorang korban telah kembali bersekolah. Sementara korban lainnya masih membutuhkan perawatan lanjutan sehingga belum dapat kembali mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
Karena itu, Kemenag menilai perlu ada perhatian khusus agar proses pemulihan yang sedang korban jalani tidak menghambat hak mereka untuk memperoleh pendidikan.
Salim berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung proses pemulihan korban, baik dari sisi kesehatan maupun pendidikan. Menurutnya, semua pihak harus memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan para korban agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan setelah insiden yang mereka alami.
“Kami siap memfasilitasi apabila korban ingin melanjutkan pendidikan di tempat lain. Yang penting hak pendidikannya tetap terpenuhi,” katanya. (*)




