Sumbawa Barat

Pemkab Sumbawa Barat Mulai Jalankan Program Pengembangan Klaster Peternakan

Sumbawa Barat (NTBSatu) — Pemkab Sumbawa Barat mulai merealisasikan program pengembangan klaster peternakan melalui Program KSB Maju Luar Biasa tahun 2026. Sektor ini fokus pada pengembangan sapi penggemukan dan perbibitan yang menyasar sejumlah kelompok peternak lokal.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Jamilatun, S.Pt., M.M.Inov. menyampaikan, pemerintah menyiapkan 800 ekor sapi pedet. Hewan ternak tersebut akan mengalir kepada sembilan kelompok peternak untuk program penggemukan. Selain itu, instansi terkait juga menyediakan 400 ekor sapi siap bunting dan 18 ekor sapi pejantan.

“Program ini merupakan bagian dari KSB Maju Luar Biasa untuk memperkuat sektor peternakan masyarakat. Sekaligus meningkatkan populasi ternak di daerah,” ujarnya. 

IKLAN

Pemerintah mewajibkan setiap kelompok penerima bantuan memenuhi sejumlah persyaratan administratif secara ketat. Mereka harus memiliki hamparan lahan minimal 7 hingga 20 hektare untuk area peternakan. Di samping itu, setiap kelompok juga wajib memiliki anggota sedikitnya 15 orang.

Jamilatun memastikan penyaluran bantuan langsung menuju kelompok peternak tanpa melalui pihak perantara. Dinas Pertanian juga memberikan dukungan berupa pembangunan kandang komunal secara representatif. Petugas lapangan mendampingi para peternak untuk menanam hijauan pakan ternak berkualitas tinggi.

“Sebelum sapi didistribusikan, kelompok penerima sudah mulai menanam rumput gajah untuk memastikan kebutuhan pakan ternak tersedia,” katanya.

IKLAN

Saat ini, proyek pembangunan fisik kandang dan tahapan pengadaan ternak tengah berjalan. Panitia memanfaatkan sistem e-katalog untuk menjamin transparansi proses pengadaan barang tersebut. Pemerintah daerah menargetkan penyaluran sapi kepada peternak rampung paling lambat pertengahan Agustus 2026.

Jamilatun optimis program strategis ini mampu menciptakan ekosistem peternakan yang mandiri. Keberhasilan program membutuhkan komitmen kuat dari seluruh anggota kelompok penerima manfaat. Sinergi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi sektor agraria.

“Kami berharap program ini bisa menjadi penguatan ekonomi masyarakat berbasis peternakan dan berjalan secara berkelanjutan di setiap kelompok,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button