Dinsos Kota Mataram Targetkan Penambahan Siswa Sekolah Rakyat
Mataram (NTBSatu) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram menargetkan penambahan jumlah siswa dari keluarga kurang mampu pada tahun ajaran mendatang.
Langkah ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bagi warga prasejahtera. Sebelumnya, Pemkot Mataram telah mengirim enam siswa ke Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada Senin, 2 November lalu. Para siswa tersebut berada di jenjang SMP dan SMA.
“Kami ingin lebih banyak anak terakomodasi dalam program Sekolah Rakyat. Tahun ajaran baru nanti targetnya pasti lebih banyak dari yang sebelumnya,” ujar Kepala Dinsos Kota Mataram, Muzakkir Walad, Minggu, 8 November 2026.
Ia menyebut, awalnya ada sembilan anak yang terdaftar. Namun, tiga anak mengundurkan diri menjelang keberangkatan. Mereka ragu dan khawatir beradaptasi dengan lingkungan asrama. Meski begitu, enam anak lainnya tetap berangkat dan kini sudah menetap di KLU.
Sekolah Asmara Gratis
Mataram sendiri menjadi daerah rintisan dalam program ini. Pemkot Mataram menitipkan anak-anak prasejahtera dan kemiskinan ekstrem ke fasilitas KLU.
Kebijakan ini berlangsung karena lahan di Kota Mataram masih terbatas. Pemkot belum bisa membangun gedung Sekolah Rakyat sendiri.
Muzakkir memastikan fasilitas di Sekolah Rakyat KLU sangat memadai. Lingkungannya lengkap dan layak seperti area kampus. Terdapat asrama, perpustakaan, masjid, hingga sarana olahraga seperti mini soccer.
Seluruh kebutuhan siswa ditanggung penuh oleh sekolah. Fasilitas gratis ini meliputi seragam, buku, sepatu, hingga konsumsi harian. Siswa juga mendapat laptop untuk belajar dan pulang saat masa libur tiba.
“Anak-anak pada prinsipnya tinggal membawa diri saja. Semua fasilitas pendukung sudah disediakan gratis,” ujar Muzakkir.
Sekolah ini mengusung sistem sekolah berasrama (boarding school) 24 jam secara gratis. Lengkap dengan fasilitas asrama siswa dan guru, ruang kelas SD-SMP-SMA, masjid, kantin, gedung serbaguna, hingga lapangan olahraga dengan lahan seluas 6,71 hektare. Lokasinya di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Kapasitasnya, mampu menampung sebanyak 595 siswa (mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA). Domisili mereka yang tidak hanya berasal dari Lombok Utara tetapi juga wilayah lain di NTB seperti Lombok Barat, Mataram dan Pulau Sumbawa.
Pihaknya pun mengimbau warga untuk memanfaatkan program ini. Orang tua yang berminat bisa mendatangi kantor Dinas Sosial untuk mendaftar.
“Kami siap memfasilitasi seluruh prosesnya sampai tuntas,” kata Muzakkir. (*)




