APJHI 2026 Digelar di Unram, Dorong Jurnal Hukum Indonesia Mendunia
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) menjadi tuan rumah Annual Meeting & International Seminar Asosiasi Pengelola Jurnal Hukum Indonesia (APJHI) pada 14–15 Oktober 2026.
Kegiatan ini mengangkat tema “Guarding Academic Integrity Amid the Internationalisation of Indonesian Law Journals”.
APJHI bekerja sama dengan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Unram untuk menggelar forum tersebut. Para pengelola jurnal, akademisi, dan praktisi hukum dari berbagai daerah berkumpul di Ruang Sidang Senat Lantai III, Rektorat Unram.
Ketua Panitia, Ahmad Zuhairi, S.H., M.H., menekankan pentingnya peningkatan kualitas jurnal hukum. Menurutnya, informasi dalam artikel ilmiah dapat memengaruhi pengambilan keputusan berbagai pihak.
Karena itu, pengelola jurnal perlu menjaga mutu publikasi agar menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua APJHI, Dr. Kukuh Tejomurti, S.H., LL.M., mengapresiasi dukungan Unram sebagai tuan rumah. Ia juga menyoroti perjalanan satu dekade APJHI dalam membangun konsistensi dan kolaborasi pengelolaan jurnal hukum Indonesia.
Menurutnya, jurnal hukum berperan penting dalam mendukung tugas dosen pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Perkuat Integritas Jurnal
Wakil Rektor IV Unram, Dr. Sitti Latifah, S.Hut., M.Sc.Forest.Trop., menegaskan bahwa internasionalisasi jurnal tidak cukup hanya mengejar keterbacaan dan pengakuan global.
Publikasi ilmiah juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, pengelola jurnal perlu menjaga integritas akademik dan etika publikasi.
Seminar internasional ini menghadirkan sembilan narasumber dari berbagai institusi. Mereka membahas perkembangan jurnal hukum, etika publikasi, integritas akademik, serta tantangan internasionalisasi.
Para narasumber tersebut yakni Dr. Johan Jang dari Elsevier Southeast Asia; Lalu Muhammad Hayyanul Haq dari Fakultas Hukum Unram; Saru Arifin dari Divisi Etika Publikasi APJHI; M. Tanzil Multazam dari RJI; Prof. Dhiana Puspitawati dari Brawijaya Law Journal; dan Dr. Arbain dari DOAJ sekaligus Ketua RJI.
Selain itu, hadir Fathan Qorib dari Hukumonline, Ahsan Yunus selaku Managing Editor Hasanuddin Law Review, serta Dr. David Oliva, konsultan senior UNESCO.
Melalui forum ini, APJHI dan Unram mendorong kolaborasi pengelola jurnal serta peningkatan kualitas publikasi hukum agar semakin kompetitif di tingkat internasional. (*)




