Kelurahan Menala Alokasikan Rp300 Juta Program Desa Berdaya untuk Sektor Peternakan
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Pemerintah Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat mengalokasikan anggaran Bantuan Keuangan Khusus Program Desa Berdaya sebesar Rp300 juta. Dana tersebut fokuskan untuk merevitalisasi usaha peternakan warga.
Intervensi program ini menyasar lima kelompok peternak lokal yang tersebar di wilayah Kelurahan Menala. Pemenuhan bantuan untuk mengaktifkan kembali deretan kandang ternak milik warga yang saat ini kosong.
Lurah Menala, Fajri Razik, S.AP., membeberkan bahwa alokasi bantuan mencakup empat kelompok peternak ayam serta satu kelompok peternak kambing.
“Kandangnya sudah ada, tinggal menunggu bibit ayam dan pakannya,” kata Fajri Razik, Jumat, 6 November 2026.
Ia menambahkan, distribusi bantuan bibit ayam akan bervariasi mulai dari skala 500 ekor, 1.000 ekor, hingga 2.000 ekor per kelompok. Pihaknya memilih jenis bibit ayam siap potong usia tiga bulan untuk mempercepat perputaran ekonomi peternak.
“Bibit yang diberikan adalah ayam yang usia tiga bulan,” tambahnya.
Pemerintah Kelurahan Menala memastikan seluruh pengajuan proposal kegiatan telah rampung dan masuk ke Dokumen Pelaksanaan Anggaran.
Pihaknya kini bersiap mengeksekusi pengadaan bibit begitu surat rekomendasi pencairan dari pemerintah daerah terbit.
Program pengisian kandang ini diharapkan mampu membangkitkan kembali taraf perekonomian warga kelurahan secara produktif.
Pemdes berkomitmen melakukan pendampingan ketat agar bantuan pakan dan bibit ternak berjalan optimal.
Dukungan Program Pemprov NTB
Sementara itu, Pemprov NTB terus memperluas jangkauan Program Desa Berdaya ke 257 desa dan kelurahan hingga akhir 2026. Kebijakan ini menjadi instrumen strategis daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menjelaskan bahwa program Desa Berdaya Tematik mengarahkan potensi lokal pada sektor ketahanan pangan, pariwisata, hingga lingkungan.
“Desa Berdaya Tematik kita arahkan, pemerintah desa dan kelurahan untuk mengembangkan potensi lokal melalui tiga tema utama, yakni ketahanan pangan, pariwisata, dan kelestarian lingkungan,” jelas Nelly. (*)




