Advertorial

Desa Mekarsari Optimistis Desa Berdaya Dongkrak Ekonomi Warga, Gabungkan Bantuan dan Pengembangan Usaha

Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, mengoptimalkan program Desa Berdaya untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Program tersebut menyasar keluarga penerima manfaat sekaligus mendukung pengembangan potensi usaha desa.

Kepala Desa Mekarsari, Faizul Bayani, mengatakan pelaksanaan program Desa Berdaya Transformatif dan Tematik kini berjalan. Melalui pendekatan transformatif, sebanyak 134 keluarga memperoleh bantuan senilai Rp7 juta per keluarga.

Selain itu, terdapat 20 keluarga yang menerima dukungan melalui program OJK. Bantuan tersebut memperluas jangkauan pemberdayaan ekonomi, terutama bagi keluarga miskin ekstrem yang belum tersentuh bantuan.

Sementara itu, melalui pendekatan tematik, Desa Mekarsari memperoleh bantuan Rp300 juta. Pemerintah desa mengarahkan anggaran tersebut untuk mengembangkan peternakan ayam petelur.

“Kita melihat potensi apa yang bisa dikembangkan di Mekarsari. Jadi yang sudah jalan, kita punya BUMDes itu kan hanya 480 ekor,” jelas Faizul kepada NTBSatu, Jumat, 6 November 2026.

Saat ini, BUMDes telah mengelola sekitar 480 ekor ayam petelur. Namun, hasil usaha tersebut masih belum optimal. Karena itu, pemerintah desa berencana menambah kapasitas peternakan hingga sekitar 1.500 ekor.

Faizul berharap pengembangan usaha tersebut mampu meningkatkan pendapatan BUMDes. Dengan begitu, program pemberdayaan tidak hanya menyentuh keluarga penerima manfaat, tetapi juga memperkuat ekonomi desa.

Ia juga berharap seluruh bantuan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Terlebih, Desa Mekarsari memiliki sekitar 3.600 pemilih dan tujuh dusun yang menjadi wilayah pelayanan pemerintah desa.

Pemprov NTB Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa

Pengembangan program di Mekarsari sejalan dengan arah kebijakan Desa Berdaya Pemprov NTB. Pemerintah menjalankan dua pendekatan untuk memperkuat ekonomi masyarakat, yakni melalui bantuan tematik dan pemberdayaan keluarga secara langsung.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus melanjutkan program Desa Berdaya, hingga akhir 2026, Program tersebut menyasar 257 desa dan kelurahan. Program ini menjadi salah satu upaya Pemprov NTB mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Baiq Nelly Yuniarti menjelaskan, dari total sasaran tersebut, sebanyak 224 merupakan desa dan 33 lainnya merupakan kelurahan.

Nelly menjelaskan, Pemprov NTB menjalankan Desa Berdaya melalui dua pendekatan, yakni Desa Berdaya Tematik dan Desa Berdaya Transformatif.

Melalui pendekatan tematik, pemerintah memberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp300 juta hingga Rp500 juta kepada desa untuk menyelesaikan persoalan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

“Desa Berdaya Tematik kita arahkan, pemerintah desa dan kelurahan untuk mengembangkan potensi lokal melalui tiga tema utama, yakni ketahanan pangan, pariwisata, dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Desa Berdaya Transformatif menyasar langsung keluarga miskin ekstrem melalui pendampingan dan pemberdayaan ekonomi.

Di Mekarsari, Faizul berharap kedua pendekatan tersebut dapat berkembang sesuai kebutuhan masyarakat. Ia ingin bantuan provinsi benar-benar memberikan manfaat bagi warga dan memperkuat potensi ekonomi desa.

“Harapannya supaya apa yang menjadi program dari pihak gubernur provinsi itu bisa dikembangkan sebaik mungkin di Desa Mekarsari. Supaya betul-betul bermanfaat dan dirasakan oleh warga kami,” tutupnya. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait