Kembangkan Ketahanan Pangan Desa Berdaya, Desa Mekarsari Siapkan Kandang Ayam Petelur
Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, mengarahkan program Desa Berdaya Tematik untuk memperkuat ketahanan pangan. Salah satunya melalui pembangunan kandang ayam petelur berkapasitas 1.000 ekor.
Kepala Desa Mekarsari, Faizul Bayani, mengatakan pemerintah desa memilih sektor peternakan berdasarkan potensi ekonomi yang sudah berkembang. Selain itu, desa ingin memperbesar skala usaha peternakan yang selama ini desa kelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Kalau khusus di Mekarsari, kita memfungsikan ke ketahanan pangan. Yaitu pembuatan kandang ayam petelur dengan jumlah ayam 1.000 ekor,” jelas Faizul kepada NTBSatu, Jumat, 6 November 2026.
Menurutnya, BUMDes Mekarsari saat ini telah mengelola sekitar 480 ekor ayam petelur. Namun, jumlah tersebut belum menghasilkan keuntungan yang optimal.
Karena itu, pemerintah desa berencana meningkatkan kapasitas peternakan. Dengan tambahan kandang baru, jumlah ayam petelur ditargetkan mencapai sekitar 1.500 ekor.
“Dari segi bisnis penghasilan, ya memang tidak rugi dan tidak untung. Tetap ada hasil, tetapi agak minim,” ungkapnya.
Faizul berharap penambahan kapasitas tersebut mampu meningkatkan hasil usaha. Dengan demikian, kegiatan peternakan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian desa.
Adapun pembangunan kandang berlokasi di Dusun Gertuk. Pemerintah desa telah mengajukan proposal dan kini menunggu proses pencairan anggaran.
Desa Berdaya Tematik Dukung Potensi Lokal
Program tersebut merupakan bagian dari Desa Berdaya Tematik yang Pemprov NTB jalankan. Pemerintah desa memilih sektor ketahanan pangan sesuai potensi dan kebutuhan wilayah.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus melanjutkan program Desa Berdaya, hingga akhir 2026, Program tersebut menyasar 257 desa dan kelurahan. Program ini menjadi salah satu upaya Pemprov NTB mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Baiq Nelly Yuniarti menjelaskan, dari total sasaran tersebut, sebanyak 224 merupakan desa dan 33 lainnya merupakan kelurahan.
Nelly menjelaskan, Pemprov NTB menjalankan Desa Berdaya melalui dua pendekatan, yakni Desa Berdaya Tematik dan Desa Berdaya Transformatif.
Melalui pendekatan tematik, pemerintah memberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp300 juta hingga Rp500 juta kepada desa untuk menyelesaikan persoalan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
“Desa Berdaya Tematik kita arahkan, pemerintah desa dan kelurahan untuk mengembangkan potensi lokal melalui tiga tema utama, yakni ketahanan pangan, pariwisata, dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Di Mekarsari, bantuan tematik tersebut mencapai Rp300 juta. Faizul mengatakan pemerintah desa mengarahkan seluruh bantuan untuk pengembangan peternakan ayam petelur.
“Harapannya supaya apa yang menjadi program dari pihak gubernur provinsi itu bisa dikembangkan sebaik mungkin di Desa Mekarsari. Supaya betul-betul bermanfaat dan dirasakan oleh warga kami,” tutupnya. (*)




