Tak Berkategori

Warga Kwang Rundun Patungan Perbaiki Jalan Rusak, Kesal Janji Perbaikan Tak Kunjung Terwujud

Lombok Tengah (NTBSatu) – Bertahun-tahun menunggu perbaikan jalan yang tak kunjung datang, warga Lingkungan Kwang Rundun Timur, Lombok Tengah, akhirnya memilih urunan dana dan bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara mandiri.

Bagi warga, kondisi tersebut bukan hal baru. Ruas jalan penghubung Kwang Rundun Timur hingga perbatasan Salbi berulang kali menjadi bahan kampanye menjelang pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah. Namun hingga kini, perbaikan permanen yang dijanjikan belum pernah terwujud.

Koordinator perbaikan jalan swadaya, Muhammad Pauzi Imam mengatakan, masyarakat sudah terlalu lama menunggu kepastian dari pemerintah.

IKLAN

“Kalau menunggu terus, kita tidak tahu kapan ada perbaikan. Apakah tahun ini, tahun depan, lima tahun lagi, atau sepuluh tahun lagi. Akhirnya masyarakat memilih gotong royong dan memperbaiki sendiri,” katanya kepada NTBSatu, Sabtu 30 Mei 2026.

Pauzi mengatakan, ruas jalan tersebut menjadi akses penting bagi warga. Terutama masyarakat di wilayah Salbi yang mayoritas bekerja di sektor perdagangan dan pertanian.

Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga membahayakan pengguna jalan.

IKLAN

“Kalau wilayah Salbi itu kan kebanyakan usaha tani, yang hasilnya mereka jual ke pasar. Dan beberapa kali sebenarnya jalan ini memakan korban, mungkin jatuh atau apa-apa,” ujarnya.

Perbaikan menggunakan dana swadaya masyarakat. Warga menyumbang sesuai kemampuan, mulai dari uang tunai hingga material bangunan seperti pasir dan semen. Bantuan juga datang dari warga asal Kwang Rundun yang sedang bekerja di luar daerah maupun luar negeri.

Pauzi mengungkapkan, kekecewaan masyarakat muncul karena persoalan jalan rusak itu kerap muncul setiap musim politik, namun tidak pernah ada realisasi yang jelas.

“Jalur ini sering menjadi bahan saat pileg, pilbup, maupun pilgub. Masyarakat sudah jenuh dengan janji-janji perbaikan yang terus berulang, sementara kondisi jalan tetap seperti ini,” ujarnya.

Karena itu, warga memilih tidak lagi bergantung pada janji politik dan mengambil langkah sendiri melalui gotong royong.

“Ya lebih baik kita kerjakan sendiri dengan dana kita pribadi, dana masyarakat, melalui gotong royong,”

Harapan Warga

Meski demikian, warga tetap berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap ruas jalan tersebut. Mereka meminta perbaikan permanen menggunakan aspal hotmix, bukan pelapisan aspal biasa yang dinilai lebih cepat rusak.

“Kalau memang mau diperbaiki, masyarakat berharap langsung menggunakan hotmix agar hasilnya lebih awet dan tidak menjadi pekerjaan berulang setiap tahun,” tutupnya. (*)

Back to top button