Soroti Rencana Pengolahan Material Dodo Rinti, DPRD KSB Ingatkan Dampak Lingkungan
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Wakil Ketua I DPRD KSB, Badaruddin Duri mengingatkan PT Amman Mineral (AMMAN) terkait rencana pengolahan tambang. Pihak korporasi harus memperhitungkan kompensasi dampak lingkungan sebelum membawa material Dodo Rinti ke Sumbawa Barat.
Rencana mobilisasi batuan mentah dari Kabupaten Sumbawa berpotensi menambah beban ekologi wilayah KSB. Perusahaan akan menggunakan fasilitas conveyor guna mengangkut material tambang antarkabupaten tersebut.
Aktivitas pemurnian material tambang asal luar daerah yang terpusat di KSB akan menyisakan limbah pemisahan (tailing). Perusahaan bakal membuang sisa operasional tersebut ke wilayah laut KSB.
“Kalau materialnya di kelolah disini, tentu akan ada limbah tailing yang akan dibuang ke laut,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 16 Juli 2026.
Pemerintah daerah menegaskan, perusahaan wajib membicarakan kontribusi ekologi yang sepadan. Nilai tersebut menjadi pengganti atas pemanfaatan ruang laut dan risiko lingkungan hidup.
“Hal itu yang harus kita hitung, berapa kompensasi yang layak untuk daerah,” tegasnya
Pihak legislatif memberikan alternatif solusi jika perusahaan keberatan dengan hitungan kompensasi tersebut. PT AMMAN bisa mengalihkan proses pemisahan batu mentah ke lokasi asal tambang.
Perusahaan dapat membangun fasilitas concentrator atau pabrik pemisah mandiri di Dodo Rinti. Langkah ini mampu memangkas risiko pembuangan limbah sisa tambang di KSB.
“Kalau memang tidak bisa, ya sudah, pengelolaan di Sumbawa saja,” katanya.
Wacana skenario alternatif ini mengarahkan agar pipa pabrik nanti hanya mengalirkan konsentrat bersih menuju KSB. Rencana logis tersebut bertujuan menyelamatkan wilayah laut KSB dari kiriman pembuangan limbah tailing luar daerah.
Pengalihan lokasi pengolahan ini juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa. Langkah mandiri tersebut bisa memicu pembangunan megaproyek pabrik pemisah baru di wilayah Dodo Rinti.
“Pembangunan konsentrator maka akan berpeluang lapangan pekerjaan baru saat konstruksi berjalan,” pungkasnya. (*)




