Bidik Kompleks Elit, Camat Mataram Pacu Gerakan Swadaya Menuju Zero Waste
Mataram (NTBSatu) – Kecamatan Mataram tidak main-main dalam mengurai benang kusut persoalan sampah di wilayahnya. Tidak hanya menyisir kawasan perkampungan dan saluran irigasi, strategi penanganan sampah kini mulai membidik kawasan perumahan elit guna mendorong terwujudnya lingkungan yang bersih tanpa sampah (zero waste).
Camat Mataram, Arif Mardjun, melihat adanya potensi swadaya masyarakat yang sangat besar di kawasan pemukiman kelas atas.
“Nah, swadaya itu bisa muncul di mana? Di perumahan-perumahan elit. Ya, untuk mengurangi depot sampah terus kayak Bumi Pagutan Permai,” ujar Arif pada NTBSatu, Rabu, 3 Juni 2026.
Selain itu, ia mengambil langkah taktis ini sebagai upaya nyata untuk memotong rantai pembuangan sampah agar tidak seluruhnya menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok.
Arif menyebut, timnya sedang merancang intervensi ke kawasan perumahan elit secara bertahap, setelah aksi gotong royong di area perkampungan berjalan stabil dan membuahkan hasil.
Menurutnya, pola konsumsi masyarakat perumahan modern ikut menyumbang volume sampah yang sangat besar di perkotaan, sehingga kondisi ini memerlukan intervensi segera.
“Saat kami ke sana, mungkin dukungannya banyak setelah 5 bulan kami gotong royong seperti ini di kampung. Saatnya kami harus masuk ke perumahan-perumahan, karena juga menyumbang sampah yang besar. Jadi, mereka juga harus zero waste di sana,” tegas Arif.
Mengamankan Sokongan Dana Stimulan Desa Berdaya
Gerakan masif yang mengedepankan kemandirian warga ini berjalan selaras dengan rencana penyerapan program strategis dari pemerintah provinsi.
Kecamatan Mataram bahkan sudah bergerak cepat menyusun peta lokasi pengolahan sampah guna menyambut program stimulan tersebut.
“Ada desa berdaya dari provinsi 300 juta. Proposal sudah naik, dan saya baca beberapa yang dapat mengusulkan itu, 90 titik. Artinya, Bu Lurah, Pak Lurah juga mendukung untuk itu. Yang kami lebih harapkan kan lebih-lebih cepat ini swadaya,” pungkas Arif.
Pemerintah Kecamatan Mataram kini menggantungkan harapan besar pada kolaborasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Sinergi kuat antara program stimulan pemerintah dan gerakan swadaya mandiri warga akan menjadi kunci utama terwujudnya Mataram yang bebas sampah. (*)




