Universitas Hamzanwadi dan Unram Tembus Daftar 10 Kampus Terbaik Asia di Luar Jawa
Mataram (NTBSatu) – Universitas Hamzanwadi dan Universitas Mataram (Unram) berhasil mencatatkan nama dalam QS Asia University Rankings 2027. Lembaga pemeringkatan dunia tersebut mengumumkan hasil resmi pada ajang QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026.
Acara internasional tersebut berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada Selasa, 3 November 2026. Pencapaian ini mempertegas posisi serta keterwakilan lembaga pendidikan tinggi NTB di tingkat Asia.
Perguruan tinggi daerah ini membuktikan daya saing akademik yang terus meningkat. Lembaga QS mencatat sebanyak 116 perguruan tinggi asal Indonesia masuk dalam daftar pemeringkatan tahun ini.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 institusi atau 28 persen berada di luar Pulau Jawa. Universitas Hasanuddin memimpin jajaran kampus luar Jawa pada peringkat 187 Asia.
Oleh karena itu, kehadiran kampus asal NTB memperkuat daftar perguruan tinggi unggulan dari wilayah timur Indonesia.
Pencapaian Universitas Hamzanwadi dan Unram
Universitas Hamzanwadi mengamankan posisi pada peringkat 851-900 di tingkat Asia. Kampus swasta asal Pancor ini menduduki urutan kesembilan untuk kategori kampus luar Pulau Jawa.
Capaian tersebut menjadikannya perguruan tinggi swasta satu-satunya dari NTB dalam pemeringkatan ini. Pihak pengelola kampus terus meningkatkan mutu pembelajaran serta kualitas publikasi ilmiah.
Sementara itu, Unram berhasil menduduki peringkat 951-1.000 di tingkat Asia. Perguruan tinggi negeri di Kota Mataram ini menempati posisi kesepuluh di antara kampus luar Jawa.
Keberhasilan kedua kampus NTB ini menjadi indikator penting perkembangan mutu pendidikan daerah. Hal ini turut mendorong peningkatan daya saing sumber daya manusia di tingkat internasional.
Indikator Penilaian Standar Global
Lembaga QS menilai performa setiap kampus berdasarkan 11 indikator utama secara menyeluruh. Bobot penilaian terbesar bertumpu pada reputasi akademik institusi sebesar 30 persen.
Indikator reputasi lulusan di dunia kerja juga menyumbang bobot penilaian sebesar 20 persen. Kriteria riset dan kualitas pengajaran juga memegang peranan sangat penting.
Komponen penilaian mencakup rasio dosen dan mahasiswa sebesar 10 persen. Jumlah sitasi karya ilmiah per fakultas memiliki bobot sebesar 10 persen. Selanjutnya, jaringan riset internasional turut menyumbang bobot penilaian sebesar 10 persen.
Proporsi dosen bergelar doktor memegang bobot penilaian sebesar 5 persen. Produktivitas publikasi ilmiah per fakultas juga menyumbang bobot sebesar 5 persen.
Rasio dosen internasional memberi kontribusi penilaian sebesar 2,5 persen. QS menilai rasio mahasiswa internasional sebesar 2,5 persen.
Keaktifan program pertukaran mahasiswa inbound menyumbang 2,5 persen. Program pertukaran mahasiswa outbound juga menyumbang bobot sebesar 2,5 persen. (*)




