Ekonomi Bisnis

PT STM Raih Penghargaan Nasional Program Pencegahan Stunting

Mataram (NTBSatu) — PT Sumbawa Timur Mining (STM), perusahaan eksplorasi tembaga pengelola Proyek Hu’u, meraih penghargaan predikat Gold dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Collaboration Summit 2026.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN atas dukungan STM terhadap penurunan kasus tengkes (stunting) di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

GENTING Collaboration Summit 2026 mempertemukan mitra pentaheliks (pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media) dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat sinergi dalam Program GENTING dan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Adapun tema yang diusung pada tahun ini yakni “Satu Gerakan, Sejuta Harapan, Wujudkan Generasi Bebas Stunting”.

Upaya STM dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Dompu terus diwujudkan secara berkelanjutan.

Sejak 2017 hingga kini, STM telah mendukung pelengkapan fasilitas pada 42 unitposyandu dan polindes, meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi layak dengan membangun 618 unit jamban keluarga, serta menyediakan infrastruktur air bersih yang menjangkau 8.828penerima manfaat. Seluruh program tersebut merupakan bagian dari Program Partisipasi Desa (PPD) STM yang berlangsung di sekitar wilayah kerja Proyek Hu’u.

Polindes Rasabou di Kecamatan Hu’u merupakan salah satu penerima manfaat PPD STM. Bidan Polindes Rasabou, Uun Yuniar, mengaku dukungan STM sangat berdampak pada peningkatan pelayanan kesehatan.

“Sebelumnya, ada banyak sekali kelelawar yang bergelantungan di atap polindes kami, kemudian kami meminta bantuan STM untuk memperbaiki plafon. Kami juga diberikan bantuan berupa lemari obat dan alat kesehatan. Alhamdulillah, setelah diperbaiki oleh STM, kami merasa sangat nyaman bekerja di sini,” ujarnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Dompu, Daryati Kustilawati, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa STM telah menunjukkan peran nyata sebagai mitra kerja pemerintah dalam pencegahan dan penurunan stunting.

”Kontribusi STM sebagai mitra kerja nyata telah dirasakan langsung oleh masyarakat melalui berbagai kegiatan, salah satunya penyediaan akses air bersih bagi keluarga berisiko stunting, terutama keluarga yang berada pada kelompok desil 1 sampai 4,” jelasnya.

Daryati menambahkan, penanggulangan stunting tidak dapat dikerjakan oleh pemerintah seorang diri. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan.

“Partisipasi, semangat gotong royong, serta dukungan dari para mitra kerja, perusahaan swasta, dunia usaha, dan berbagai sektor lainnya sangat diperlukan. Kita harus bekerja bersama dan membangun komitmen untuk menghentikan serta mencegah stunting. Semangat gotong royong ini harus terus kita rajut dan perkuat,” ajak Daryati.

Senior Community Relations Analyst STM, Vovia Witni mengatakan, selain dukungan sarana dan prasarana kesehatan, upaya pencegahan stunting juga diperkuat melalui bantuan distribusi pangan bergizi.

“Pada 2023 lalu, STM menyalurkan 45.000 butir telur melalui 10 puskesmas di Kabupaten Dompu. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi bagianak-anak yang teridentifikasi mengalami stunting, wasting, dan underweight,” ujarnya.

Menurut Witni, berbagai program tersebut merupakan wujud partisipasi aktif STM dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Dalam pelaksanaannya, kami senantiasa berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat. Kami percaya bahwa masyarakat yang sehat adalah faktor kunci dalam mewujudkan pertumbuhan daerah,” ujarnya.

Witni yang mewakili STM ajang GENTING Collaboration Summit 2026 menambahkan, ia bersama tim akan terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang berdampak positif.

”Terima kasih kepada pihak penyelenggara atas apresiasi dan kepercayaannya terhadap STM. Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat, bukan hanya dalam pengentasan stunting, tetapi juga berbagai program sosial lainnya,” tandasnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait