Ekonomi Bisnis

Kacang Mete Songgajah NTB Unjuk Gigi di TEI 2026, Dilirik Buyer Jepang hingga Serbia

Mataram (NTBSatu) – Melalui pendampingan Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB (Desperindag), Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Nusa Tenggara Barat (NTB), PT Sentra Pangan Songgajah, sukses menarik perhatian pembeli (buyer) internasional dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Serpong, Sabtu 17 Oktober 2026.

Pada hari keempat pameran tersebut, Songgajah menjajaki peluang kemitraan bisnis dengan sejumlah calon pembeli dari Jepang, Turki, dan Serbia, serta beberapa perusahaan nasional.

Lebih lanjut, Songgajah mengandalkan produk unggulannya, kacang mete panggang, yang memiliki cita rasa khas creamy dan milky. Keunikan rasa hasil perkebunan jambu mete NTB ini memikat para pembeli dan membedakan produk Songgajah dari kompetitor lain.

Pemilik PT Sentra Pangan Songgajah, Tinar Meinati Kusumadewi, menegaskan bahwa partisipasi dalam TEI 2026 menjadi momentum strategis untuk membawa produk lokal menembus pasar global.

“Bagi kami, TEI bukan hanya tempat memperkenalkan produk, melainkan ruang membangun kepercayaan dan hubungan bisnis jangka panjang. Kami ingin membuktikan bahwa produk olahan daerah mampu bersaing di pasar global,” ujar Tinar.

Undangan Forum Bisnis dari Buyer Serbia

Prospek pasar Songgajah kian terbuka lebar usai buyer asal Serbia mengundang Tinar bersama Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag NTB untuk menghadiri Forum Bisnis antara Buyer Serbia dan UMKM Indonesia.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Serbia memfasilitasi forum tersebut guna mempererat relasi dan mematangkan kolaborasi bisnis lanjutan.

Selain menarik minat pembeli mancanegara, stan Songgajah juga menerima kunjungan dari perwakilan Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Perindustrian RI, dan Kementerian Desa RI.

Kunjungan pejabat lintas kementerian ini memperkuat posisi Songgajah sebagai UMKM potensial yang berhasil memberi nilai tambah pada komoditas lokal.

Keikutsertaan PT Sentra Pangan Songgajah dalam ajang ekspor terbesar di Indonesia ini merupakan buah dari pendampingan Disperindag Provinsi NTB melalui program Desa Berdaya Desa Ekspor.

Program ini bertujuan membuka akses pasar internasional dan menyiapkan UMKM daerah agar mampu melakukan perdagangan lintas negara.

Tinar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur NTB H. L. Muhammad Iqbal, Kepala Disperindag NTB, serta Kabid Pengembangan Daglu Dr. Hj. Aryanti Dwiyani beserta tim atas fasilitas dan pendampingan berkelanjutan yang mereka berikan.

Dorong Pemberdayaan Petani Mete Lokal

Sebagai tindak lanjut dari pameran ini, manajemen Songgajah akan bergerak cepat melakukan komunikasi intensif, memenuhi kualifikasi calon pembeli, serta merumuskan skema kerja sama yang relevan.

Langkah ini bertujuan mengubah ketertarikan pembeli menjadi kemitraan bisnis yang nyata dan berkelanjutan.

Tinar menegaskan, lebih dari sekadar mengejar target penjualan, Songgajah membawa misi pemberdayaan petani dan masyarakat lokal.

“Dengan memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara, perusahaan berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi komoditas jambu mete NTB sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat di daerah asal,” tutur. (*)

Artikel Terkait