Deretan Fenomena Langit November 2026: Puncak Hujan Meteor hingga Parade Planet
Mataram (NTBSatu) – Sejumlah fenomena astronomi menarik akan menghiasi langit malam sepanjang bulan November 2026. Berdasarkan informasi dari National Geographic, rangkaian peristiwa langit tersebut mencakup konfigurasi planet, dua fase puncak hujan meteor, parade lima planet, hingga kemunculan fenomena bulan purnama super atau supermoon.
Beberapa peristiwa antariksa ini memiliki siklus tahunan yang dapat masyarakat saksikan langsung dari berbagai belahan bumi. Termasuk Indonesia, dengan waktu pengamatan yang spesifik.
Puncak Hujan Meteor Taurid
Rangkaian fenomena langit pada awal November mulai dengan formasi sejajar antara Bulan, Mars, dan Jupiter. Ketiga benda langit tersebut tampak membentuk garis lurus pada tengah malam antara 2-3 November 2026.
Posisi planet-planet dan Bulan berada dalam jarak sekitar enam derajat satu sama lain pada Senin, 2 November 2026. Mereka akan bergerak lebih tinggi di langit menjelang matahari terbit.
Memasuki pertengahan pekan pertama hingga kedua, langit malam kedatangan dua fase puncak hujan meteor Taurid yang terbagi menjadi Taurid Selatan dan Taurid Utara. Taurid Selatan mencapai puncaknya sepanjang malam pada tanggal 4 hingga 5 November 2026.
Sementara itu, Taurid Utara mencapai titik tertinggi pengamatan pada 11 hingga 12 November 2026. Kedua fenomena hujan meteor ini paling ideal diamati setelah tengah malam saat rasi bintang Taurus berada di posisi tertinggi di langit.
Parade Planet dan Puncak Hujan Meteor
Aktivitas langit berlanjut pada pertengahan bulan dengan peristiwa parade planet yang melibatkan Mars, Jupiter, Merkurius, Venus, serta Uranus secara bersamaan pada tanggal 14 hingga 16 November 2026.
Mars dan Jupiter tampak di langit selatan dengan jarak sangat dekat sekitar satu derajat. Di atas ufuk tenggara, Merkurius dan Venus terbit mendahului matahari, sementara Uranus melintas dari timur ke barat sepanjang malam.
Tidak lama berselang, hujan meteor Leonid mencapai puncaknya semalaman pada tanggal 17 hingga 18 November 2026. Fenomena ini terkenal karena menampilkan garis cahaya di langit yang bergerak cepat dan terang. Serta memancarkan warna ketika menghantam atmosfer bumi.
Waktu pengamatan terbaik untuk hujan meteor Leonid mulai setelah tengah malam dari area pandang yang terbuka.
Fenomena Supermoon Akhir November
Bulan November 2026 akanberahir dengan fenomena supermoon pada tanggal 24 November. Peristiwa ini terjadi karena Bulan purnama berada pada jarak terdekat dengan Bumi.
Sehingga bulan tampak berukuran lebih besar dan memancarkan cahaya hingga 30 persen lebih terang daripada saat berada di titik terjauhnya (apogee).
Pengamat dapat menyaksikan bulatan besar berona jingga tersebut saat fase golden hour, yakni ketika Bulan terbit atau terbenam secara bersamaan dengan waktu Matahari terbenam atau terbit. (*)




