Prabowo: Ada Kelompok Ingin NKRI Pecah, Kita Harus Waspada
Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah kelompok ingin memecah belah Indonesia. Ia meminta semua pihak waspada.
Prabowo menyampaikan pernyataan itu saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat, 30 Oktober 2026.
“Ada kelompok-kelompok di Indonesia yang ingin negara kita pecah. Tapi percayalah, kekuatan NKRI besar. Kita waspada sekarang, dan kita akan atasi semua masalah itu dengan baik,” kata Prabowo mengutip YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Prabowo menyampaikan, kelompok tersebut adalah kelompok yang tidak suka dengan Pancasila.
Mereka, kata Prabowo, ingin memiliki paham lain yang ditegakkan di Indonesia. Kemudian, paham tersebut bervariasi, mulai dari berdasarkan ras, agama, maupun suku.
“Ada yang ingin mendirikan negara agama. Ada yang ingin mendirikan negara berdasarkan suku, ada yang ingin mendirikan negara berdasarkan ras,” tuturnya.
Lebih lanjut, menurut Prabowo, pemahaman-pemahaman itu sumber perpecahan. “Contohnya sudah banyak terlihat di negara lain, ketika antarnegara justru terjadi perang dan pertikaian,” tuturnya.
Selain itu, eks Menteri Pertahanan (Menhan) ini menyebut, perpecahan ini turut terjadi karena pemimpinnya tidak waspada.
“Puluhan ribu ibu-ibu, anak-anak, orang tidak berdosa mati tiap hari! Kenapa? Pemimpin-pemimpinnya tidak waspada. Kenapa? Terpecah!” tegas Prabowo.
Karena itu, Prabowo meminta warga SMA Taruna Nusantara mempertahankan nilai Pancasila dan kebangsaan.
Begitu pun ia mengingatkan bahwa pihak yang jahat pasti akan kalah. Selain itu, mereka yang memiliki niat jahat akan terungkap pada waktunya.
“Saya ingatkan mereka-mereka yang tidak setia kepada Pancasila, tidak setia kepada NKRI, atau mereka-mereka yang serakah. Mereka-mereka yang bermental mafia, yang tujuannya adalah merampok kekayaan negara, pasti akan gagal! Itu pelajaran ribuan tahun peradaban manusia. Yang jahat pasti akan kalah. Itu pasti, tidak usah kita ragu-ragu, ya,” tandas Prabowo.




