Kabupaten Bima

Wakil Bupati Bima: Tak Boleh Ada Diskriminasi dalam Pelayanan Kesehatan

Bima (NTBsatu) – Wakil Bupati Bima, dr Irfan Zubaidy mengingatkan kepada Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah hingga Puskesmas untuk meningkatkan layanan kesehatan yang bermutu, mudah dan merata.

Menurutnya, setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal tanpa sekat maupun diskriminasi. Terutama di Kabupaten Bima

“Pelayanam kesehatan harus terbuka bagi setiap orang, baik secara individu maupun kelompok, tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi sosial,” tegas Irfan Zubaidy pada momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 tingkat Kabupaten Bima, Jumat, 30 Oktober 2026.

Irfan juga mengomentari terkait tema HKN 2026 terkait “Sehat untuk Semua”. Kata dia
tema tersebut bukan sekadar slogan peringatan tahunan, melainkan mengandung pesan mendasar tentang pemenuhan hak kesehatan seluruh masyarakat.

Ia juga menekankan, makna sehat tidak hanya terbatas pada kondisi fisik. Kesehatan harus diwujudkan secara menyeluruh, mencakup kesehatan fisik, mental, dan sosial.

“Oleh karena itu pembangunan sektor kesehatan membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, dia menyampaikan pelayanan kesehatan yang berkualitas diharapkan tidak hanya berorientasi pada penanganan penyakit, tetapi juga pada upaya pencegahan, peningkatan kesadaran hidup sehat, dan pemerataan akses pelayanan bagi masyarakat.

“Saya berharap peringatan HKN tahun ini mampu memperkuat semangat pengabdian insan kesehatan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Bima,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Ashadi Husein menyampaikan, peringatan HKN menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan. Sekaligus mempererat keharmonisan antarsesama insan kesehatan.

“Peringatan HKN tidak hanya menjadi agenda seremonial. Tetapi juga kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih solid di antara tenaga kesehatan dan institusi yang bergerak dalam pelayanan kesehatan,” kata dia.

Sekedar informasi, sebanyak 21 puskesmas se-Kabupaten Bima turut menjadi bagian dari unsur kesehatan yang hadir kegiatan tersebut. Kehadiran rumah sakit, BPJS Kesehatan, serta institusi pendidikan kesehatan juga menunjukkan luasnya unsur yang terlibat dalam peringatan HKN tahun ini. (MSR)

Artikel Terkait