Kota Mataram

Ungkapan Pilu Teman Dekat Korban Pembacokan di Udayana: Tenang di Alam Sana

Mataram (NTBSatu) – Muhammad Gibran Anugrah Aditya, salah seorang korban pembacokan di kawasan Jalan Udayana, Kota Mataram, meninggal dunia pada Selasa 27 Oktober 2026.

Remaja tersebut mengembuskan napas terakhirnya di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram setelah sempat menjalani perawatan intensif. Hal ini menyusul insiden penyerangan yang menimpanya bersama dua rekan lainnya pada Minggu, 25 Oktober 2026 dini hari.

Kepergian almarhum menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat dekatnya. Salah seorang teman dekat korban meluapkan rasa kehilangan mendalam atas peristiwa tragis tersebut.

“Sedihku masih menyelimuti sela kehidupanku. Tidaknya karena belum ikhlas atas kepergian almarhum lelaki manisku,” tulisnya, mengutip akun Instagram @_jjaacvoujaa, pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Luapan Kesedihan di Media Sosial

Kepergian Gibran memicu gelombang simpati publik setelah teman dekat mengunggah deretan kenangan serta pesan perpisahan di akun media sosialnya.

Dalam unggahan tersebut, ia membagikan foto-foto kebersamaan mereka semasa hidup. Termasuk momen saat mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya di kawasan Ampenan, Mataram.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan doa yang mengalir dari para kerabat, sembari membagikan momen emosional mengenai kenangan manis yang telah mereka lalui bersama.

Unggahan tersebut menyita perhatian netizen yang turut merasakan kepedihan atas tragedi maut itu. Di sisi lain, ia menuliskan doa untuk almarhum.

“Aku akan selalu mendoakanmu dari sini. Maaf bila aku belum ikhlas sepenuhnya,” lanjutnya.

Kronologi Singkat Insiden Penyerangan

Sebelumnya, peristiwa nahas yang merenggut nyawa Gibran bermula ketika ia bersama dua rekannya menjadi sasaran aksi pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Udayana.

Ketiga korban mengalami luka berat dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis darurat. Meski dua rekannya dilaporkan selamat, kondisi kesehatan Gibran terus memburuk akibat luka parah yang dideritanya.

Setelah berjuang melawan masa kritis di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, nyawa korban akhirnya tidak tertolong pada Selasa siang.

Di sisi lain, suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman almarhum di Ampenan, tempat ratusan warga, keluarga, dan rekan-rekan korban berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Warga setempat mengecam keras aksi kekerasan jalanan tersebut dan mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang bertanggung jawab atas penyerangan maut ini. Keluarga korban berharap aparat bisa menegakkan hukum seadil-adilnya bagi almarhum Gibran. (*)

Artikel Terkait