Armada Rusak Total, Warga Lingkungan Bebidas Buang Sampah ke Sungai
Mataram (NTBSatu) – Armada roda tiga di Lingkungan Bebidas, Kelurahan Pagesangan, Kota Mataram, rusak total dan berhenti beroperasi. Imbasnya, warga tidak membuang sampah ke aliran sungai sebagai alternatif karena tidak ada pilihan lain.
Kepala Lingkungan Bebidas, Aminullah menjelaskan, fasilitas armada pengangkut sampah di lingkungannya sudah lama rusak dan tidak beroperasi.
“Masalah armadanya sudah lama rusak. Padahal sudah diusulkan ke Lurah, tetapi sampai saat ini belum ada penggantian,” ucap Aminullah kepada NTBSatu, Jumat, 22 Mei 2026.
Absennya armada pengangkut membuat warga berada di posisi yang dilematis. Sistem pengangkutan yang sebelumnya berjalan lancar harus terhenti total.
“Pernah juga saya imbau waktu itu, jangan sampai buang sampah di sungai. Tetapi alasannya warga itu mau buang di mana, karena armadanya belum ada. Sampai saat ini sudah berapa tahun sudah enggak ada armada di sini. Pernah kita punya armada dulu dua kali kita punya, tetapi rusak semua,” keluhnya.
Aminullah menambahkan, pelaksanaan program Tempah Dedoro dari Pemerintah Kota Mataram pun sulit ia adaptasi di lingkungannya karena keterbatasan lahan. “Untuk Tempah Dedoro juga masih sulit kita cari lahan, karena terbatas. Di sini kan cukup padat,” imbuhnya.
Usulkan Pengadaan Armada
Hal ini membuat warga memilih jalan pintas untuk membuang sampah rumah tangga ke sungai. Terlebih banyak warga yang kesulitan untuk langsung membuang sampahnya ke TPS mobile yang terletak di Pasar Pagesangan.
“Jarang warga buang ke pasar karena jaraknya agak jauh. Kebanyakan terpaksa buang di sungai terus. Kita tidak berani menyalahkan masyarakat, karena memang tempat buangnya yang tidak ada,” jelas Aminullah.
Ironisnya, pihaknya sudah mengajukan usulan pengadaan armada sejak 2017 melalui jalur birokrasi hingga aspirasi Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD. “Dari tahun 2017 kalau enggak salah, sudah lama sekali. Lewat jalur aspirasi dewan juga sudah, tetapi hanya dijanji-janjikan saja, tidak ada respons dan perubahan sampai sekarang,” ungkapnya.
Menurutnya, edukasi dan imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan tidak akan pernah efektif jika sarana utamanya tidak ada.
“Harapan saya, sediakan dulu armadanya. Nanti kalau armada sudah ada, baru kita bisa gencarkan imbauan ke masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan. Kalau armada ada, sampah lingkungan tinggal diangkut, bawa ke pasar, nanti dari pasar langsung dibawa ke TPA Kebon Kongok. Itu saja solusinya,” tutupnya. (Ashri)




