Oknum TNI Diduga Aniaya Warga di Jalan Udayana, Kodim 1606/Mataram Tanggung Biaya Korban
Mataram (NTBSatu) – Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram menegaskan penanganan serius atas kasus dugaan kekerasan oleh oknum anggotanya yang mengamuk dan melukai warga di Jalan Udayana, Mataram, Kamis, 22 Oktober 2026.
Pasi Intel Kodim 1606/Mataram, Mayor Arh Lalu Dedy Junaidi, mengatakan terduga pelaku telah dirujuk ke RS Mutiara Sukma untuk pemeriksaan kejiwaan.
Ia secara tegas membantah isu yang beredar di media sosial mengenai keterlibatan terduga pelaku dalam judi online (judol). Serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi oleh narasi liar.
“Proses penanganan berfokus pada fakta medis dan hukum. Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan perhatian satuan, seluruh biaya perawatan medis para korban yang terdampak sepenuhnya oleh Kodim 1606/Mataram tanggung,” tegas Dedy, Jumat, 23 Oktober 2026.
Pelaku Terindikasi Skizofrenia Paranoid
Sementara itu, Pasi Pers Kodim 1606/Mataram, Mayor Cpl Annas, menjelaskan terduga pelaku terindikasi mengidap gangguan jiwa berat berupa skizofrenia paranoid. Meski pihaknya menghormati proses medis yang ada, namun tindakan penegakan hukum militer tetap berjalan.
“Kami memperhatikan kondisi kesehatan anggota yang bersangkutan dan menghormati proses pemeriksaan medis yang sedang berjalan. Namun, apabila dalam proses pemeriksaan dan penegakan hukum terbukti terdapat pelanggaran, maka penanganannya tetap sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI,” tegas Mayor Cpl Annas.
Terancam Pensiun Dini
Ia menambahkan pemberian sanksi, termasuk potensi pemberhentian dengan hormat atau pensiun dini atas alasan medis, akan bergantung pada hasil akhir pemeriksaan dan mekanisme disiplin militer yang berlaku.
Sebelumnya, anggota TNI terekam mengamuk sambil membawa sajam pada ruas Jalan Udayana, Kota Mataram pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Aksi tersebut sempat meresahkan warga. Terduga pelaku menghalangi pengguna jalan, mulai dari pejalan kaki hingga pengendara sepeda motor dan mobil. Ia juga mengancam warga menggunakan senjata tajam.
Video kejadian itu pun ramai beredar melalui media sosial pada Jumat, 23 Oktober 202 dan menjadi perhatian publik. (*)




