Nasional

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Indonesia Hampir 300 Juta Penduduk

Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang menyebut Kabinet Merah Putih terlalu besar dan tidak efisien. Prabowo beralasan, Indonesia memiliki hampir 300 juta penduduk dan wilayah seluas Eropa. Kondisi tersebut, menurut dia, membutuhkan banyak anggota kabinet.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat memimpin sidang kabinet paripurna dua tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

“Kita dituduh kabinet gemuk, ya kan? Tidak efisien. Namun Saudara-saudara, saya ingatkan, negara kita hampir 300 juta. Negara kita fisiknya sebesar Eropa,” mengutip live YouTube Sekretariat Presiden.

Selain itu, Prabowo membandingkan Indonesia dengan Eropa yang terdiri dari sekitar 30 negara. Menurut dia, setiap negara memiliki jajaran pejabatnya masing-masing, mulai dari menteri keuangan hingga kepala kepolisian.

“Indonesia satu kabinet. Mana yang tidak efisien? Mana yang tidak efisien?” tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo juga menyoroti kemampuan pemerintah dalam menangani berbagai persoalan di dalam negeri, termasuk bencana alam.

Dia mencontohkan penanganan bencana di Sumatra bagian utara, gempa bumi, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Dan kita mampu mengendalikannya. Ada bencana alam, kita hadapi. Sumatra bagian utara kemarin habis-habisan kita turun. Gempa bumi, apa itu, Krakatau, Karhutla, kita kompak, kita hadapi. Kita tidak puas, kita belajar,” jelas Prabowo.

Terkait karhutla, Prabowo mengatakan hasil penyelidikan di lapangan menunjukkan bahwa kebakaran tidak semata-mata akibat faktor alam. Menurut dia, terdapat indikasi keterlibatan manusia dan korporasi dalam persoalan tersebut.

“Menurut saya harus kita sikapi dengan hati-hati, dengan teliti. Saya minta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan, TNI, dan bantuan intelijen untuk selidiki karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab,” pungkas Prabowo. (*)

Artikel Terkait