Lombok BaratPemerintahan

Cegah Antrean BBM Mengular, Satpol PP Lobar Sisir Sejumlah SPBU

Lombok Barat (NTBSatu) – Satpol PP Lombok Barat (Lobar) mengecek sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mencegah antrean panjang kendaraan. Langkah ini menyusul masalah antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga beberapa kilometer di Bali.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Lobar, Abdurrahman menegaskan, petugas tidak melakukan pengawalan distribusi BBM. Mereka menjalankan pengecekan sesuai arahan pimpinan untuk mengantisipasi kondisi serupa Bali di Lobar.

“Ini bukan pengawalan, bentuknya sekadar pengecekan. Ada perintah dari pimpinan untuk mengecek kelangkaan BBM,” kata Abdurrahman kepada NTBSatu, Rabu, 21 Oktober 2026.

Menurutnya, antrean panjang di Bali menjadi perhatian karena sebagian pengendara harus menunggu lama. Bahkan, sejumlah pengendara berisiko tidak kebagian BBM ketika tiba giliran mereka.

“Supaya itu tidak terjadi di Lombok Barat,” ujarnya.

Satpol PP Lobar mencatat sekitar 19 SPBU tersebar di wilayah kabupaten tersebut. Namun, petugas belum menyelesaikan pengecekan seluruh SPBU.

Abdurrahman menyebut, petugas masih perlu mengecek lima SPBU. Dua SPBU berada di Sekotong, satu di Batulayar, dan sisanya di Gunungsari.

Petugas berencana melanjutkan pengecekan ke wilayah utara pada hari ketiga operasi, Kamis, 22 Oktober 2026 besok. Sementara itu, Satpol PP akan berkoordinasi dengan petugas Satpol PP di Sekotong untuk memantau SPBU di Sekotong.

“Besok hari terakhir kita ke utara. Untuk Sekotong, kita akan telepon kasi trantibnya,” jelasnya.

Antrean Masih Terkendali

Selama dua hari pengecekan, Satpol PP belum menemukan antrean ekstrem seperti yang terjadi di Bali. Abdurrahman mengakui sejumlah SPBU cukup ramai, tetapi kondisi tersebut masih terkendali.

“Memang agak ramai yang datang, tetapi tidak pernah sampai kosong stok BBM. BBM selalu tersedia,” katanya.

Ia menjelaskan, antrean biasanya terjadi ketika banyak kendaraan datang bersamaan. Namun, petugas belum menemukan kondisi yang membuat masyarakat kesulitan memperoleh BBM selama SPBU masih beroperasi.

Menurut Abdurrahman, stok BBM yang tersedia sejauh ini membuat antrean tetap terjangkau. Ia juga menyebut, aktivitas penjualan BBM eceran masih berlangsung dalam batas normal.

“Kalau itu tetap, karena kebutuhan masyarakat juga. Hanya itu masih normal,” ujarnya.

Untuk pengecekan tersebut, Satpol PP menurunkan 12 personel selama dua hari terakhir, termasuk pengemudi kendaraan operasional. Petugas memeriksa area depan SPBU, kantor, serta berkoordinasi dengan pimpinan masing-masing SPBU.

Pengecekan berlangsung sekitar pukul 08.00 hingga 12.00 Wita. Petugas menargetkan seluruh wilayah terpantau agar potensi penumpukan kendaraan tidak berkembang menjadi antrean panjang.

Abdurrahman menegaskan, pengecekan bertujuan mencegah penumpukan kendaraan sekaligus menjaga akses masyarakat terhadap BBM.

“Intinya, biar tidak ada penumpukan dan semua dapat, tidak antre terlalu panjang,” tutupnya. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait