Program Kampung Lestari Sasar 45 Lingkungan di Kecamatan Sandubaya
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kecamatan Sandubaya terus memperkuat program unggulan Kampung Lestari sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan mandiri.
Camat Sandubaya, Henny Suyasih mengatakan, program ini telah memasuki tahun ketiga. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis kecamatan dalam meningkatkan kualitas lingkungan pada 45 lingkungan yang berada di wilayah Sandubaya.
Henny menjelaskan, Kampung Lestari bukan sekadar perlombaan kebersihan, melainkan upaya sistematis untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.
Dari total 45 lingkungan, pihak kecamatan melakukan pembinaan secara bertahap dan intensif. Setiap tahun, tujuh lingkungan prioritas mendapatkan penilaian serta intervensi khusus untuk memenuhi indikator Kampung Lestari.
“Hingga memasuki tahun ketiga ini, sudah ada 21 lingkungan yang berproses dalam program Kampung Lestari. Kami ingin memastikan setiap lingkungan di Sandubaya memiliki standar kualitas hidup yang baik,” ujar Henny, Selasa, 20 Oktober 2026.
Lima Indikator Lestari
Ia memaparkan, terdapat lima indikator utama yang menjadi acuan untuk mewujudkan lingkungan berpredikat Lestari.
Pertama, pengelolaan sampah mandiri. Masyarakat didorong memilah sampah sejak dari sumbernya sehingga dapat mengurangi volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kedua, ketahanan pangan. Warga dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman pangan dan peternakan skala kecil. Upaya ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung pencegahan stunting.
Ketiga, keamanan dan digitalisasi. Penguatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) terlaksana dengan dukungan teknologi, seperti pemasangan kamera pengawas atau CCTV pada titik-titik rawan.
Keempat, tanggap bencana dan adaptasi iklim Setiap lingkungan didorong menyiapkan jalur evakuasi serta memetakan kawasan rawan bencana agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Kelima, sanitasi dan kesehatan. Pemerintah mendorong pemenuhan sarana dan prasarana sanitasi yang layak guna mendukung kesehatan masyarakat.
Menurut Henny, keberhasilan program Kampung Lestari membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, Kecamatan Sandubaya aktif membangun sinergi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pertanian.
“Kecamatan adalah koordinator. Untuk mewujudkan Kampung Lestari yang utuh, kami membutuhkan intervensi teknis dari OPD terkait. Misalnya, untuk mitigasi bencana kami bersinergi dengan BPBD, sedangkan untuk ketahanan pangan kami menggandeng Dinas Pertanian,” pungkasnya. (*)




