Penumpang Pelabuhan Senggigi Melonjak 181 Persen saat Arus Balik MotoGP
Lombok Barat (NTBSatu) – Jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Senggigi, Lombok Barat, melonjak lebih dari 100 persen setelah gelaran MotoGP Mandalika 2026.
Pada Senin, 12 Oktober 2026, pelabuhan Senggigi mencatat 562 penumpang, jauh di atas jumlah penumpang pada hari biasa.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat, Erwin Rachman mengatakan, lonjakan terjadi saat arus balik setelah balapan berakhir. Pada hari biasa, Pelabuhan Senggigi melayani rata-rata 150 hingga 200 penumpang.
“Senin kemarin setelah MotoGP, 562 penumpang yang tercatat dari Pelabuhan Senggigi,” kata Erwin kepada NTBSatu, Minggu, 18 Oktober 2026.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 181 hingga 275 persen dibandingkan jumlah penumpang harian normal. Perhitungan itu menggunakan rentang 150-200 penumpang sebagai pembanding.
Menurut Erwin, puncak pergerakan penumpang terjadi pada Senin setelah gelaran MotoGP berakhir. Namun, jumlah penumpang mulai menurun pada Selasa dan hari-hari berikutnya.
“Selasa dan hari berikutnya mulai landai,” ujarnya.
Selama periode tersebut, tujuh kapal melayani penyeberangan dengan total 14 trip. Meski demikian, Dishub Lobar belum merinci jumlah penumpang keseluruhan selama periode MotoGP.
Erwin mengatakan, pihaknya masih perlu mengonfirmasi data lebih lanjut kepada UPT Pelabuhan Senggigi. Karena itu, angka 562 penumpang baru menggambarkan pergerakan pada satu hari puncak, bukan total dampak MotoGP terhadap transportasi laut.
Tantangan Jaga Wisatawan Tetap Tinggal
Lonjakan penumpang tersebut sejalan dengan tingginya aktivitas pariwisata di Senggigi selama MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026. Namun, peningkatan mobilitas belum otomatis menunjukkan wisatawan tinggal lebih lama atau membelanjakan lebih banyak uang di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Ketua Senggigi Hotel Association, I Ketut M. Jaya Kusuma menyebut, rata-rata okupansi hotel di Senggigi mencapai 90 persen selama periode MotoGP.
“Okupansi rata-rata hotel di Senggigi sudah 90 persen,” ujar Ketut kepada NTBSatu, Minggu, 11 Oktober 2026.
Ketut memperkirakan sebagian besar tamu meninggalkan hotel pada Senin, 12 Oktober 2026. Kondisi tersebut sejalan dengan puncak keberangkatan penumpang dari Pelabuhan Senggigi pada hari yang sama.
Meski begitu, kedua data tersebut belum menjelaskan berapa banyak penumpang yang merupakan penonton MotoGP. Data itu juga belum menunjukkan berapa lama mereka tinggal atau berapa besar belanja wisatawan selama berada di Senggigi.
General Manager Hotel Aruna Senggigi, Yeyen Heryawan sebelumnya mengungkapkan, hotelnya telah penuh sejak tiga hingga empat bulan sebelum MotoGP. Namun, ia menyebut sebagian besar pemesanan berasal dari kelompok wisatawan yang berlibur.
“Jadi kebanyakan adalah grup-grup yang sudah booking lebih ke leisure, ke hiburan,” kata Yeyen pada 6 September 2026.
Dinas Pariwisata Lombok Barat belum merekap keseluruhan dampak MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober yang lalu. Sehingga, belum dapat disimpulkan ada hubungan antara kenaikan okupansi hotel dengan jumlah penumpang yang melonjak di Pelabuhan Senggigi.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga, Agus Gunawan menyebut, belum mengecek data ke pihak pengelola wisata Senggigi seperti hotel. Ia menyebut akan melakukan pemeriksaan besok.
“Besok kami minta Kabid Destinasi turun ke beberapa hotel bintang,” ujarnya singkat kepada NTBSatu. (*)




