Sumbawa Barat Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6,6 Persen pada 2027
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat mematangkan arah transformasi ekonomi daerah. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengikis ketergantungan wilayah terhadap keberadaan sektor pertambangan.
Melalui dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemkab KSB memfokuskan kebijakan pada akselerasi pelayanan dasar dan peningkatan produktivitas daerah. Selain itu, pemerintah daerah mulai memicu pertumbuhan klaster-klaster ekonomi baru di luar sektor tambang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbawa Barat, Suhadi, S.P., M.Si. mengungkapkan, aktivitas pertambangan masih beroperasi hingga 10 tahun ke depan. Namun pihaknya tetap mengambil langkah antisipatif sejak dini untuk menghadapi penurunan kontribusi tambang.
“Persiapan ke arah sana tetap berjalan. Kita tidak bisa terus bertumpu pada sektor tambang,” ujar Suhadi, Minggu, 18 Oktober 2026.
Suhadi menambahkan, fokus daerah mendatang menyasar pada perbaikan pelayanan publik dan penguatan sektor riil.
“Fokus kita adalah akselerasi pelayanan dasar, produktivitas daerah, dan pertumbuhan klaster ekonomi baru,” jelasnya.
Data Bappeda KSB mencatat kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mulai menurun secara alami. Pada tahun 2024, sektor tambang menyumbang 84,61 persen terhadap PDRB KSB.
Namun pada tahun 2025, angka kontribusi tersebut menyusut menjadi 69,68 persen. Sebaliknya, sektor industri pengolahan justru melonjak tajam dari 0,23 persen menjadi 14,55 persen seiring dengan beroperasinya fasilitas pemurnian smelter.
Selain industri pengolahan, sektor non-tambang lainnya seperti pertanian, UMKM, pariwisata, dan konstruksi turut mencatatkan pertumbuhan positif. Kontribusi sektor pertanian misalnya, naik dari 3,67 persen pada 2024 menjadi 3,96 persen pada 2025.
“Jika menghitung tanpa sektor tambang, perekonomian KSB justru tumbuh positif di semua sektor,” kata Suhadi.
Oleh karena itu, Pemkab KSB optimistis menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 5,5 persen pada 2026. Angka target pertumbuhan tersebut kembali meningkat menjadi 6,6 persen pada tahun 2027.
Kembangkan Sektor Potensial
Guna mewujudkan target klaster ekonomi baru, pemerintah daerah mendorong pengembangan potensi pariwisata serta revitalisasi pertanian dan peternakan. Salah satu program unggulannya yakni pembukaan destinasi wisata Kerakyatan pada tahun 2027 mendatang.
Selanjutnya, pengembangan kawasan wisata tersebut bakal diperluas hingga mencakup wilayah pesisir dan gili pada 2028. Sementara di sektor peternakan, pemerintah memberikan bantuan penggemukan sapi guna meningkatkan volume produksi warga.
Di sisi lain, Pemkab KSB memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mengantisipasi pergeseran tenaga kerja dari sektor tambang. Pelatihan vokasi diarahkan pada penguasaan keterampilan baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal.
Guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerintah daerah melakoni investasi cepat melalui penyertaan modal di Bank NTB dan BPR. Akhirnya, langkah ini nantinya mampu membenteng kemandirian dan ketahanan ekonomi Sumbawa Barat di masa depan. (*)




