Stok BBM NTB Aman, Pemprov Pastikan Tak Ada Aturan Ganjil-Genap
Mataram (NTBSatu) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kondisi aman dan stabil.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB juga menegaskan tidak akan menerapkan kebijakan pembatasan ganjil-genap untuk pengisian BBM seperti yang diberlakukan di Bali.
“Insya Allah sesuai mekanisme PT Pertamina sampaikan, untuk NTB aman,” ujar Kepala Dinas ESDM NTB, Syamsudin, Minggu, 18 Oktober 2026.
Berdasarkan pantauan NTBSatu di sejumlah SPBU Kota Mataram, antrean kendaraan cenderung normal, relatif longgar, dan terkendali.
Syamsudin mengungkapkan, kendala teknis kapal pengangkut Pertamina yang sempat memicu kelangkaan dan antrean panjang di Bali sejak 12 Oktober 2026 tidak sampai mengganggu operasional di NTB.
“Setiap saat saya mengonfirmasi langsung kepada teman-teman Pertamina mengenai kondisi BBM di NTB. Sampai sekarang, alhamdulillah, pasokan untuk NTB relatif stabil dan antrean masih bisa terkendali,” ujarnya.
Sebelumnya, guna mengamankan lonjakan kebutuhan energi selama gelaran ajang balap dunia MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Pertamina bahkan melakukan peningkatan pasokan BBM hingga 30 persen.
Fokus penambahan pasokan ini tersalurkan ke SPBU yang berada di jalur wisata serta akses utama menuju kawasan sirkuit Mandalika. Seluruh pasokan tambahan tersebut terdistribusi melalui koordinasi intensif Integrated Terminal (IT) Ampenan untuk menjamin kelancaran stok di seluruh wilayah Pulau Lombok.
Syamsudin menambahkan, sempat terjadi antrean di beberapa titik. Tetapi kondisi tersebut tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan bagi aktivitas masyarakat maupun kesiapan ajang internasional tersebut.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal intensif berkomunikasi dengan General Manager PT Pertamina untuk mengantisipasi dinamika yang berkembang di lapangan.
“Jangan sampai kita ketinggalan situasi di lapangan. Hubungan dan komunikasi kami dengan Pertamina sangat baik, mereka sangat terbuka menyampaikan kondisi apa adanya,” pungkas Syamsudin. (*)




