Breaking NewsSumbawa

Empat Santri Ponpes Al-Fatah Temboro Tenggelam di Pantai Sumbawa, Satu Meninggal

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Empat santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tenggelam saat mandi dan berenang di Pantai Batu Pampang, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Rabu, 14 Oktober 2026. Satu santri meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya masih dalam pencarian.

Camat Lunyuk, Anhuyas, S.STP., M.Si., menjelaskan, rombongan yang berjumlah 12 orang berangkat dari Masjid Desa Perung menuju Pantai Batu Pampang sekitar pukul 07.30 Wita. Mereka menggunakan mobil pikap untuk menuju lokasi.

Setibanya di pantai, rombongan melakukan rekreasi di sekitar lokasi. Sebagian anggota rombongan kemudian mandi dan berenang. Sekitar pukul 08.50 Wita, empat orang mengalami musibah tenggelam.

“Setelah tiba di pantai, rombongan melakukan rekreasi di sekitar lokasi. Sebagian anggota rombongan kemudian mandi dan berenang. Sekitar pukul 08.50 Wita, empat orang mengalami musibah tenggelam,” ujarnya, Rabu, 14 Oktober 2026.

Anhuyas menegaskan, keempat santri tersebut datang ke Kecamatan Lunyuk untuk melakukan jaulah dakwah.

“Mereka datang untuk jaulah dakwah ke sini. Satu korban yang ditemukan meninggal dunia, kemudian tiga lainnya masih pencarian,” ujarnya.

Satu korban bernama Ahmad Santoso berhasil dievakuasi ke Puskesmas Lunyuk. Namun, korban meninggal dunia. Sementara itu, tiga korban lainnya, yakni Muhammad Za’in, Muhammad Khairuridwan, dan Muhammad Yusuf Al Mulaik, masih dalam pencarian.

Tiga Santri Masih dalam Pencarian

Berdasarkan data identitas korban, Ahmad Santoso lahir di Ngawi pada 28 April 2005. Ia beralamat di Desa Tamalanraya Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Muhammad Za’in lahir di Palembang pada 22 Agustus 2009. Ia berasal dari Desa Dua Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Selanjutnya, Muhammad Khairuridwan lahir di Jakarta pada 15 Juni 2007. Ia berasal dari Desa Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten.

Adapun Muhammad Yusuf Al Mulaik lahir di Ponorogo pada 12 Februari 2006. Ia berasal dari Desa Wonokerto, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Pemerintah Kecamatan Lunyuk berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Emang Lestari, Pemerintah Desa Perung, TNI/Polri, tenaga kesehatan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, serta instansi terkait untuk menangani kejadian tersebut.

Koordinasi itu mencakup pencarian dan pertolongan terhadap tiga santri yang belum ditemukan. Pemerintah kecamatan juga memantau perkembangan penanganan korban dan melaporkan situasi kepada Bupati Sumbawa secara berkala. (*)

Artikel Terkait