PendidikanSumbawa

Dosen UTS Kembangkan Inovasi untuk Dongkrak Pemanfaatan PLTMH di Desa Tepal

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Tim dosen Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) mengembangkan teknologi pengendali untuk mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Tepal, Kecamatan Batulanteh.

Tim tersebut mengembangkan Micro Hydro Generator Controller (MH-GenC) dan Energy Management System (EMS) untuk menjawab persoalan kapasitas serta kualitas listrik di desa yang belum terjangkau jaringan PLN.

Dosen Fakultas Rekayasa Sistem UTS, Mietra Anggara, M.T., mengatakan tim menemukan persoalan pada pengoperasian PLTMH setelah melihat kondisi pembangkit dan kebutuhan masyarakat.

IKLAN

PLTMH Tepal memiliki kapasitas terpasang 40 kilowatt (kW). Namun, masyarakat baru memanfaatkan sekitar 9-12 kW berdasarkan hasil wawancara tim dengan warga.

“Jadi kami melihat dari PLTMH yang ada itu belum bisa sesuai dengan kapasitas yang ada, 40 kW. Baru hanya sampai 12-15 kW yang ada,” kata Mietra kepada NTBSatu, Selasa 1 September 2026.

Mietra menjelaskan, pengelola masih mengatur buka-tutup turbin secara manual. Kondisi tersebut membuat pembangkit sulit mengikuti perubahan beban listrik masyarakat.

IKLAN

Padahal, kebutuhan listrik warga berubah pada waktu tertentu. Ketika masyarakat meningkatkan penggunaan listrik, pembangkit perlu menyesuaikan pasokan dengan beban tersebut.

Karena itu, tim UTS mengembangkan MH-GenC untuk membantu pengelola mengatur sistem pembangkit secara lebih optimal.

“Air yang masuk sedikit, maka daya yang dihasilkan kecil. Salah satu alasannya karena buka-tutup turbin itu masih manual,” ujarnya.

Selain mengembangkan sistem kendali pembangkit, tim juga membuat EMS untuk meningkatkan kualitas distribusi listrik. Sistem tersebut membantu pengelola memantau penggunaan energi secara lebih terukur.

Mietra mengatakan, tim menemukan persoalan lain pada sisi pengguna. Sebagian rumah warga masih menggunakan MCB sebagai pembatas daya tanpa meter energi standar.

Warga bahkan dapat mengganti MCB secara mandiri ketika kebutuhan listrik meningkat. Kondisi tersebut membuat pengelola kesulitan memantau konsumsi energi setiap rumah.

Karena itu, tim memasang panel monitoring dan meter energi atau KWH meter inovasi. Perangkat tersebut membantu pengelola memantau penggunaan listrik sekaligus mengatur distribusi energi.

Sasar 1.872 Jiwa

Tim UTS mengembangkan inovasi tersebut untuk mendukung kebutuhan masyarakat Tepal. Data program mencatat sekitar 1.872 jiwa atau 315 rumah tangga bergantung pada PLTMH sebagai sumber energi utama.

Selain rumah tangga, sebanyak 58 pelaku UMKM juga membutuhkan pasokan listrik. Sebanyak 13 fasilitas sosial seperti sekolah, masjid, balai desa, dan puskesmas pembantu turut mengandalkan listrik dari pembangkit tersebut.

Mietra menilai peningkatan keandalan listrik dapat membantu masyarakat mengembangkan aktivitas ekonomi. UMKM, kios, bengkel, dan usaha lainnya membutuhkan pasokan listrik untuk menjalankan kegiatan mereka.

“Dampaknya ke masyarakat. Ada UMKM, kios, bengkel, tukang, rata-rata mereka membutuhkan listrik,” jelasnya.

Tim UTS juga melihat potensi ekonomi lain di Tepal. Desa tersebut memiliki perkebunan kopi dengan luas sekitar 187 hektare.

Sebagian pelaku usaha masih mengandalkan genset berbahan bakar fosil sebagai sumber energi cadangan. Kondisi itu menambah biaya operasional usaha masyarakat.

Melalui program pengabdian tersebut, tim UTS tidak hanya memasang perangkat. Mereka juga memberikan pelatihan, melakukan pendampingan, serta mengevaluasi sistem bersama pengelola PLTMH dan masyarakat.

Mietra menjalankan program tersebut bersama Mukhtar Hadi, M.T., Silvia Firda Utami, M.Sc., Afrianto, S.T., M.T., Imam Syaukani, S.T., M.Sc., dan beberapa mahasiswa dari fakultas Rekayasa Sistem UTS.

Tim selanjutnya akan menjalankan commissioning penuh, melatih operator, memantau performa sistem, dan mengevaluasi hasil penerapan teknologi.

Program tersebut mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (*)

Artikel Terkait