LingkunganLombok Barat

Armada Pengangkut Kurang, Sampah Menumpuk di Pasar Gunungsari

Lombok Barat (NTBSatu) – Tumpukan sampah di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, tidak hanya mencerminkan perilaku warga. Camat Gunungsari, Zulkifli, mengungkap keterbatasan armada pengangkutan sebagai salah satu penyebab utama persoalan tersebut.

Saat ini, Kecamatan Gunungsari hanya memiliki satu lokasi penampungan sampah yang berada di Pasar Gunungsari. Lokasi itu menampung sampah dari aktivitas pasar dan warga dari berbagai desa.

Zulkifli menyebut, 16 desa di Kecamatan Gunungsari hanya mengandalkan lokasi penampungan di Pasar Gunungsari ini.

IKLAN

“Yang pertama kita di Gunung Sari ini saja hanya punya satu TPS yaitu di Pasar Gunung Sari,” kata Zulkifli kepada NTBSatu, Senin, 14 September 2026.

Ia menyebut, kondisi itu menimbulkan persoalan baru karena volume sampah terus bertambah. Menurutnya, lokasi itu juga menerima sampah dari warga luar kecamatan. “Semua desa bahkan kecamatan lain buang kesini, tidak ada pilihan lain,” ujarnya.

Zulkifli memperkirakan jumlah warga yang bergantung pada satu lokasi tersebut mencapai lebih dari 10 ribu orang. Padahal, sampah yang masuk tidak hanya berasal dari pasar.

IKLAN

“Ya kecil, dan itu kan produk sampah dari pasar itu saja satu truk sehari. Belum lagi tambahan dari masyarakat,” tuturnya.

Dua Armada Kewalahan Angkut Sampah

Zulkifli menyebut, pengangkutan sampah saat ini hanya mengandalkan dua truk setiap hari. Jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan beban sampah dari 16 desa dan wilayah sekitarnya.

Ia mendorong peningkatan armada agar pengangkutan berlangsung lebih sering. “Kalau sekarang cuma dua truk per hari, ya harus mungkin empat truk,” katanya.

Menurut Zulkifli, persoalan tidak selesai hanya dengan menambah TPS di setiap desa. Setiap TPS tetap membutuhkan armada untuk mengangkut sampah menuju tempat pemrosesan akhir.

“TPS itu nanti harus diangkut juga dengan armada,” jelasnya.

Zulkifli juga menyoroti kebingungan warga ketika pemerintah melarang pembuangan sampah di lokasi tertentu. Menurutnya, sebagian warga tetap mencari tempat pembuangan lain karena desa belum menyediakan alternatif.

“Yang kedua, sudah kita larang, tapi mereka bilang, ayo di mana saya buang,” ujarnya.

Akhirnya, tumpukan sampah kerap terlihat di sepanjang jalan kecamatan Gunung Sari ataupun dekat jembatan dan kali.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat, M. Busyairi menyebut, pihaknya rutin mengangkut sampah di Pasar Gunungsari setiap hari. Ia mengatakan, pengangkutan menggunakan dua armada.

Namun, Busyairi menegaskan lokasi tersebut sebenarnya bukan TPS resmi. Menurutnya, warga luar pasar ikut membuang sampah karena sudah terbiasa menggunakan lokasi tersebut.

Perbedaan keterangan ini menunjukkan persoalan Gunungsari tidak hanya berkaitan dengan kesadaran warga. Keterbatasan fasilitas dan kapasitas armada juga menjadi persoalan penting yang perlu segera ditangani pemerintah. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait