Permintaan Pekerja Hotel Melonjak, BLK KSB Siapkan Kelas Pelatihan
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa Barat bergerak cepat merespons lonjakan permintaan tenaga kerja sektor pariwisata. Langkah strategis ini bertujuan memastikan warga lokal menyerap maksimal peluang kerja di daerah sendiri.
Kepala UPTD BLK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Randi Darmansyah, S.IP., mengungkapkan tingginya kebutuhan tenaga kerja perhotelan yang kian mendesak.
Pihaknya menerima permintaan langsung dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia KSB terkait ketersediaan pekerja terampil.
“PHRI menyampaikan langsung bahwa mereka membutuhkan tenaga kerja lokal untuk housekeeping, front liner, hingga laundry operator. Selama ini posisi tersebut mayoritas berasal dari luar daerah,” ujar Randi, Minggu, 13 September 2026.
Merespons kondisi tersebut, BLK KSB tidak menunggu hingga seluruh fasilitas fisik gedung rampung total. Randi menegaskan, pihaknya bersiap membuka kelas pelatihan khusus hospitality pada akhir September mendatang.
“Kami mengajukan empat kelas tambahan mencakup dua kelas housekeeping, satu front liner, dan satu kelas roti kue. Program ini berbasis penempatan agar peserta langsung terserap industri,” jelasnya.
Penyiapan tenaga terampil di sektor jasa ini sejalan dengan atensi Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si. Bupati menekankan bahwa perkembangan investasi perhotelan harus memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warga.
Pacu Keterampilan Vokasi
Pemerintah daerah memacu percepatan operasional penuh BLK agar pencetakan tenaga kerja terampil berjalan masif. Pengelola lembaga pelatihan wajib merespons dinamika kebutuhan industri secara cepat tanpa menunda waktu.
Selain program hospitality, BLK KSB terus menggenjot efektivitas berbagai program pelatihan vokasi pada tahun ini. Lembaga ini mengoperasikan puluhan kelas mencakup program mekanik alat berat, fotografi, hingga pelatihan bahasa asing.
Materi bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang menjadi fokus utama untuk menunjang sektor pariwisata serta industri tambang. Penguasaan bahasa asing meningkatkan daya saing calon tenaga kerja lokal di pasar kerja.
Saat ini, BLK KSB juga sedang mematangkan penyusunan kalender pelatihan terstruktur untuk tahun anggaran 2027. Perencanaan matang memudahkan para lulusan muda mengatur jadwal kepesertaan pelatihan secara terencana.
“Prinsipnya kami ingin pelatihan vokasi ini benar-benar menjawab kebutuhan industri hingga ke tingkat desa. Pemuda daerah harus siap mengisi peluang kerja yang sangat besar,” tegas Randi.
Penguatan kapasitas tenaga kerja lokal menjadi kunci utama dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Sumbawa Barat. Momen ini sekaligus memperkuat kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan dunia usaha. (*)




