Lombok Timur

Unik! Pria di Lombok Timur Nikahi Kekasih dengan Mahar Burung Kecial Kuning

Mataram (NTBSatu) – Sebuah video yang merekam prosesi ijab kabul pernikahan unik di kawasan Lombok Timur menjadi perbincangan hangat publik di media sosial sejak Jumat, 11 September 2026.

Dalam acara tersebut, mempelai pria menyerahkan mahar berupa emas seberat satu gram. Namun hal yang cukup unik karena adanya sepasang burung kecial kuning untuk meminang wanita idaman hatinya.

“Mas kawinnya emas 1 gram dan kecial kuning sepasang dibayar tunai,” ujar wali nikah dalam video yang beredar.

IKLAN

Mahar Burung Kecial Kuning

Suasana prosesi pernikahan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan kesederhanaan di bawah naungan tenda biru. Para tamu undangan serta saksi duduk bersila di atas terpal dan tikar hijau yang membentang di halaman rumah.

Wali nikah memimpin langsung jalannya akad dengan menjabat erat tangan calon pengantin pria di hadapan belasan saksi yang mengelilingi tempat acara. Penggunaan bahasa campuran antara bahasa Sasak dan bahasa Indonesia dalam pengucapan ijab makin menambah nuansa kekhasan tradisi lokal setempat.

Dalam kalimat ijab yang bergema melalui pengeras suara, wali nikah memperjelas seluruh rincian mas kawin yang wajib mempelai pria serahkan. Selain menyertakan emas batangan seberat satu gram sebagai mahar utama, pengantin pria juga menambahkan mahar berupa sepasang burung kecial kuning.

IKLAN

Burung bertubuh mungil dari famili Zosteropidae ini memang memiliki daya tarik tersendiri dan menjadi salah satu jenis burung kicau yang sangat populer di kalangan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Mempelai pria yang mengenakan setelan jas hitam elegan lengkap dengan peci hitam langsung menyambut pengucapan wali nikah tersebut tanpa rasa ragu.

“Dengan mas kawin satu gram kance kecial kuning sepasang dibayar tunai,” ujar sang pria.

Sambutan Antusias Para Saksi

Prosesi penguncian janji suci pernikahan tersebut berjalan sangat lancar dan khidmat. Pria tersebut berhasil mengucapkan kalimat kabul (qabool) tanpa mengulang. Sehingga para saksi serta tokoh masyarakat yang hadir langsung menyatakan kesahan prosesi pernikahan itu.

Seruan kata “sah” dan ucapan rasa syukur seketika bergema di lokasi acara. Selanjutnya, tawa bahagia dari sanak keluarga yang menyaksikan momen sakral tersebut dari dekat.

Pilihan untuk menyertakan sepasang burung kecial kuning sebagai mahar penikahan menghadirkan keunikan tersendiri dalam praktik pernikahan masyarakat modern saat ini.

Momen unik ini membuktikan penentuan mas kawin pada dasarnya dapat menyesuaikan dengan kesepakatan dan kerelaan kedua belah pihak. Meski begitu, hal ini tidak sedikit pun mengurangi kekhidmatan maupun keabsahan rukun akad nikah. (*)

Artikel Terkait