Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memantau langsung Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Damai 2026 di sejumlah desa pada Senin, 7 September 2026.
Pemantauan tersebut mencakup Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, serta tiga desa di Kecamatan Empang.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., turun langsung meninjau proses pemungutan suara di Desa Karang Dima dan Desa Nijang. Sementara itu, jajaran Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Sumbawa memantau Pilkades di Desa Bunga Eja, Desa Pamanto, dan Desa Jotang Beru, Kecamatan Empang.
Pemantauan tersebut menjadi langkah Pemkab Sumbawa untuk melihat langsung situasi di lapangan sekaligus menjaga proses demokrasi tingkat desa tetap aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Selain meninjau proses pemungutan suara, Bupati Jarot turut menggunakan hak pilihnya sebagai warga Desa Karang Dima. Ia memberikan suara di TPS Dusun Bangkong.
Bupati menilai Pilkades tidak sekadar memilih sosok yang akan memimpin desa. Menurutnya, Pilkades juga menjadi bagian penting dari demokrasi yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan pemimpin sesuai pilihan masing-masing.
Karena itu, Bupati mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara bijak sekaligus menjaga persaudaraan. Ia meminta perbedaan pilihan tidak mengganggu hubungan antarmasyarakat.
“Beda pilihan adalah hal biasa, persaudaraan harus tetap terjaga,” ujar Bupati Sumbawa.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menyukseskan Pilkades dengan menjaga keamanan, kedamaian, kejujuran, dan nilai-nilai demokrasi.
“Mari kita gunakan hak pilih dengan bijak, jaga persaudaraan, dan bersama-sama kita sukseskan Pilkades yang aman, damai, jujur, dan demokratis,” katanya.
Tiga Desa di Empang Jadi Titik Pantauan
Pada waktu yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik serta Kepala Bidang Persandian Diskominfotiks Kabupaten Sumbawa bersama jajaran memantau Pilkades di Kecamatan Empang.
Tim tersebut mengunjungi Desa Bunga Eja, Desa Pamanto, dan Desa Jotang Beru. Pemantauan itu menyasar kesiapan penyelenggara dan kondisi masyarakat selama proses pemungutan suara.
Di Desa Bunga Eja, empat calon kepala desa bersaing untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Dua TPS melayani pemilih dalam desa tersebut. Khusus TPS 01, sebanyak 684 pemilih masuk dalam daftar, terdiri atas 320 laki-laki dan 364 perempuan dari Dusun Brang Same dan Dusun Kerato.
Sementara itu, Desa Pamanto menghadirkan dua calon kepala desa. Tiga TPS melayani 1.727 pemilih, dengan rincian 565 pemilih di TPS 01, 588 pemilih di TPS 02, dan 574 pemilih di TPS 03.Adapun Desa Jotang Beru menghadirkan empat calon kepala desa yang bersaing melalui tiga TPS.
Masyarakat di tiga desa tersebut menggunakan hak pilih hingga pukul 12.00 WITA. Pemilih datang ke TPS sesuai ketentuan dan menyalurkan suara untuk calon kepala desa pilihan masing-masing.
Pemkab Sumbawa terus memantau situasi di setiap lokasi untuk menjaga kelancaran seluruh rangkaian Pilkades. Pemerintah daerah juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilih dalam menentukan pemimpin desa.
Selain itu, Pemkab Sumbawa mengajak seluruh pihak menghormati perbedaan pilihan. Masyarakat juga perlu menjaga keamanan dan ketertiban hingga seluruh tahapan Pilkades berakhir.
Pilkades Damai 2026 tidak hanya berorientasi pada hasil pemilihan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mendorong proses demokrasi tersebut memperkuat persatuan, kebersamaan, dan hubungan sosial masyarakat di tingkat desa. (*)




