KesehatanLombok Utara

Lombok Utara Temukan 30 Kasus HIV, Didominasi Pekerja Wisata dan Kelompok LSL

Mataram (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Utara mencatat 30 kasus terkonfirmasi Human Immunodeficiency Virus (HIV) hingga Triwulan II 2026. Sebagian besar temuan ini berasal dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) dan para pekerja di sektor pariwisata.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara, dr. H. Lalu Bahrudin menjelaskan, lonjakan data ini merupakan hasil dari upaya pemerintah daerah yang gencar melakukan deteksi dini. Pihaknya menggelar pemeriksaan awal screeningsecara masif untuk menjaring potensi penularan agar bisa menangani pasien dengan cepat dan tepat.

“Data kita mencatat ada 30 kasus sampai Triwulan II ini. Kelompok LSL dan pekerja di kawasan wisata memang mendominasi temuan tersebut,” ujar Bahrudin seusai menerima kunjungan Putri Swedia, Sabtu, 5 September 2026.

IKLAN

Ia menegaskan, tingginya mobilitas dan kerentanan interaksi di sektor pariwisata menjadikan kawasan tersebut sebagai fokus utama penanganan kesehatan saat ini.

“Kami terus mengawasi dan mengingatkan para pekerja wisata agar selalu waspada,” tambahnya.

Dorong Screening Masif dan Pengobatan ARV

Bahrudin terus mendorong masyarakat agar mau memeriksakan kesehatan secara mandiri di fasilitas kesehatan terdekat. Bagi warga yang terkonfirmasi positif, Dinas Kesehatan Lombok Utara telah menyiapkan layanan medis berupa pemberian obat antiretroviral (ARV) secara berkala.

IKLAN

Ia menekankan bahwa pengobatan ARV sangat krusial untuk menekan virulensi atau tingkat keganasan virus di dalam tubuh pasien, sekaligus mencegah risiko penularan ke orang lain.

Selain menyasar kelompok rentan utama, Bahrudin juga mengantisipasi potensi penularan yang meluas ke lingkungan rumah tangga. Penularan sekunder ini rawan terjadi jika pekerja pariwisata menularkan virus kepada pasangan sah mereka di rumah.

Di sisi lain, terkait kekhawatiran penularan pada kalangan remaja akibat maraknya pernikahan dini, Dinkes memastikan belum menemukan kasus pada kelompok tersebut hingga akhir Triwulan II. Pemkab Lombok Utara pun berkomitmen menjamin ketersediaan obat dan pendampingan penuh bagi seluruh pasien. (Japriani)

Artikel Terkait