Bupati Iron Siapkan Rp200 Miliar untuk Pembangunan Lombok Timur
Lombok Timur (NTBSatu) – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk melanjutkan pembangunan daerah pada 2027. Anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Iron, sapaan akrab Haerul Warisin, mengatakan, Pemkab Lombok Timur akan membahas anggaran tersebut dalam penyusunan program pembangunan 2027. Pemerintah daerah akan mengarahkan anggaran pada sejumlah kebutuhan prioritas.
“2027 akan kita bahas anggaran sekitar Rp200 miliar untuk melanjutkan pembangunan,” ujarnya, Jumat, 4 September 2026.
Menurut Iron, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan fiskal yang tersedia. Pemkab Lotim terus mencari sumber pembiayaan lain agar pembangunan berjalan lebih luas dan cepat.
Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah yakni meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Iron menilai, peningkatan PAD dapat memperbesar ruang fiskal sehingga pemerintah memiliki kemampuan lebih besar dalam membiayai berbagai program pembangunan.
Selain itu, Pemkab Lombok Timur juga terus mengejar dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Pada 2026 dan 2027, Lotim mendapat dukungan sekitar Rp250 miliar untuk pembangunan jalan dan sejumlah infrastruktur.
Pemerintah juga memperoleh dukungan lebih dari Rp21 miliar untuk pembangunan irigasi melalui kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Dukungan tersebut menjadi tambahan kekuatan pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pembangunan Jalan Jadi Prioritas
Iron menempatkan pembangunan jalan sebagai salah satu prioritas. Pemkab Lotim masih menghadapi sejumlah ruas jalan yang belum beraspal dan membutuhkan penanganan secara bertahap.
“Kita menargetkan jalan-jalan yang belum beraspal dapat dituntaskan secara bertahap hingga akhir masa jabatan,” ujarnya.
Pemkab Lombok Timur juga akan menggunakan anggaran perubahan 2026 untuk melanjutkan pembangunan jalan. Pemerintah berharap tambahan anggaran tersebut dapat mempercepat penanganan sejumlah ruas yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Iron menegaskan, pembangunan harus memberikan manfaat langsung kepada warga. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik seperti jalan dan gedung.
“Pembangunan tidak boleh hanya berbicara tentang jalan dan gedung, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap, pembangunan yang pemerintah jalankan dapat mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah menargetkan masyarakat Lotim semakin sehat, berpendidikan, produktif, dan sejahtera.
Di sisi lain, pemerintah juga ingin menjaga kehidupan sosial masyarakat tetap harmonis. Karena itu, Iron menegaskan seluruh program pembangunan harus bermuara pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Lombok Timur. (*)




